1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Insani Berita

Perpres BPIH Ditandatangani

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Jakarta (MCH). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2010. Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan, Perpres BPIH 2010 tersebut sudah ditandatangani Presiden SBY dua hari lalu. “Sudah diteken Presiden tanggal 26 Juli,” tegas Dipo saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela kunjungan Presiden SBY di Mataram kemarin. Menurut dia, penandatanganan itu dilakukan Presiden setelah menerima berkas dari Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. “Dokumen dikirim malam oleh Menteri Agama dan paginya langsung diteken Presiden,”jelasnya. Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menetapkan BPIH 2010 sebesar USD3.342 atau turun USD80 dari tahun sebelumnya.

Menag Suryadharma Ali berjanji, penurunan biaya haji ini tidak akan menurunkan tingkat kualitas dan pelayanan ibadah haji. Sebab,menurut dia, pelayanan ibadah haji 2010 ini justru meningkat dari sebelumnya.Peningkatan itu salah satunya adalah pada lokasi pemondokan. Saat ini, ujarnya, sebanyak 123.000 jamaah haji atau sekitar 63% dari total jamaah akan ditempatkan pada ring I di Mekkah yang jaraknya hanya 2 km dari Masjidilharam. Sisanya, yakni sekitar 71.000 jamaah atau 37% ada di ring II yang berjarak 4 km dari Masjidilharam. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan batas waktu satu bulan bagi calon jamaah haji untuk melunasi BPIH tahun 2010.Batas waktu ini ditetapkan setelah Perpres BPIH 2010 ditandatangani Presiden SBY.

Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Pelayanan Haji Kemenag Cepi Supriyatna mengungkapkan, jika dalam waktu satu bulan belum juga bisa melunasi,Kemenag akan duakalimemberikanperpanjangan waktu.“Untuk jamaah reguler,waktu pelunasan satu bulan.Bila dalam waktu satu bulan tidak bisa melunasi juga,akan kita tambah waktu 7 hari. Bila belum lunas juga, kita tambah lagi 5 hari kerja,”ujarnya. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Ghafur Djawahir mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, batas akhir pelunasan BPIH adalah sebulan setelah perpres diterbitkan.

Meski demikian,Ghafur menyatakan,pemerintah tetap akan memberikan tenggang waktu seminggu jika terdapat jamaah haji yang belum melunasi BPIH.Pemerintah, ujarnya, akan memberikan dua pilihan kepada jamaah yang belum melunasi BPIH,yakni tetap meneruskan atau menunda ibadah haji sampai batas waktu yang ditentukan.“Tahun ini memang agak telat, tetapi tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah haji,” tandasnya. (*) 

Sumber: informasihaji



 

Jemaah Harap Bersedia Divaksin

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Jakarta (MCH). Dinas Kesehatan Kota Surakarta berharap calon jemaah haji asal Surakarta tidak lagi menolak pemberian vaksin meningitis. Tahun lalu terdapat dua calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran menolak pemberian vaksin tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Titik Kadarsih berjanji akan memberikan vaksin yang telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia. "Vaksin itu halal karena tidak mengandung enzim babi," kata Titik.

Menurut Titik, tahun lalu terdapat dua calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran menolak pemberian vaksin meningitis. Vaksin yang diberikan tahun lalu merupakan vaksin produksi Belgia. "Padahal vaksin tersebut wajib diberikan kepada setiap orang yang hendak pergi ke luar negeri," kata Titik.

Sedangkan mulai tahun ini, mereka akan memberikan vaksin meningitis produksi China dan Italia yang telah dinyatakan halal. Dia berharap dengan penggantian vaksin tersebut tidak ada lagi calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran masalah vaksin. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum menerima kiriman vaksin tersebut dari pemerintah pusat. Menurutnya, kiriman vaksin tersebut biasanya datang menjelang pemberangkatan jemaah haji. "Kami tidak perlu repot menyimpannya," kata Titik. Penyimpanan vaksin tersebut menurutnya memerlukan perlakukan khusus karena harus disimpan dalam suhu tertentu.

Tahun lalu, jumlah jemaah haji asal Surakarta yang berangkat mencapai 1.015 orang. Tahun ini, diperkirakan jumlah jemaah asal Surakarta yang berangkat tidak mencapai 700 orang. (*)

Sumber: informasihaji

Perumahan di Mekkah Sudah Siap 98,84 %

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Jakarta (Pinmas)--Direktur Pelayanan Haji Kementerian Agama, Zainal Abidin Supi mengungkapkan, secara keseluruhan pelayanan ibadah haji tahun 1431 H/ 2010 sudah dipersiapkan secara maksimal. Adapun persiapan pemondokan haji di Mekkah, Arab Saudi sudah hampir mencapai 100 persen.

"Sampai dengan 12 Mei, sudah 98, 84 % perumahan di Mekkah yang sudah disewa meliputi 368 rumah," kata Supi kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/5). Dari jumlah tersebut, kata Supi, jarak terjauh dari Masjidil Haram sejauh 4.000 meter, sebagian besar berada di Ring I atau lebih dekat dari Masjidil Haram.

"60,99 atau 204 rumah berada di Ring I, dan 37, 85 atau 164 berada di Ring II," kata Supi selaku Ketua Tim Perumahan. Menurut dia, tim perumahan melakukan penyewaan sudah sesuai petunjuk pimpinan. Disamping itu, bekerjasama secara kompak dan disiplin. "Tidak asal sewa, tapi kita perhatikan jarak, kualitas," ujarnya.

Pemerintah Indonesia pada tahun ini akan memberangkatkan jemaah sejumlah 211.000 jemaah dengan rincian 194.000 jemaah haji reguler dan 17.000 jemaah haji khusus. "Tim masih berupaya mencari rumah untuk 2.294 jemaah, diharapkan mendapat rumah di Ring I," kata Supi.

Mengenai jemaah yang menempati rumah di Ring II, Supi menambahkan, pihaknya seperti juga tahun lalu akan menyediakan transportasi antar jemput dari dan ke Masjidil Haram. Namun demikian agar dapat dipahami pada menjelang hari H atau prosesi haji arus transportasi di kota suci Mekkah menjadi sangat padat.

"Pada jauh-jauh hari lancar, mendekati hari H kemacetan terjadi karena banyaknya manusia ke Masjidil Haram," jelasnya.

Sedangkan mengenai pelayanan lain, lanjut Supi, di Madinah, majmuah sudah kasfiyah (pemeriksaan lapangan), termasuk juga katering sudah dilakukan pemeriiksaan. "Akan kita laporkan penetapan majmuah yang bisa melayani jemaah," imbuhnya. (ks)

 

 

Sumber : Depag







 
  

 

MUI Diminta Segera Keluarkan Fatwa Vaksin Meningitis

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syarak pada Kementerian Kesehatan berharap Majelis Ulama Indonesia segera mengeluarkan keputusan mengenai penggunaan vaksin meningitis bagi peserta haji yang mengandung unsur babi (porcine).

"Harapannya MUI segera mengeluarkan putusan supaya kami tidak terlambat menyediakan vaksin untuk jamaah," kata Ketua MPKS Achmad Sanusi Tambunan di Jakarta, Jumat (14/5).

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Ratna Rosita Hendardji mengatakan pemerintah harus menyediakan vaksin meningitis untuk memenuhi kebutuhan sekitar 210 ribu orang yang hendak menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi pada 2010.

Pemerintah memfasilitasi calon haji dan umrah yang harus divaksin meningitis karena pemerintah Arab Saudi mewajibkan setiap calon haji, tenaga kerja dan umrah mendapat imunisasi meningitis sebagai syarat mendapatkan visa.

Vaksinasi meningitis diperlukan untuk melindungi jamaah dari ancaman penyakit meningitis yang endemis di Arab Saudi dan menghindari penularan penyakit itu dari haji lain dari kawasan Sabuk meningitis di Afrika.

Menurut MUI, produk vaksin disebut halal jika dibuat dari bahan yang halal dengan fasilitas produksi yang bebas dari kontaminasi silang bahan haram/najis.

Namun dalam fatwanya MUI juga menyebutkan bahwa jika sampai pada waktu pengadaan vaksin meningitis tiba pemerintah belum bisa mendapatkan vaksin yang bebas dari unsur babi, MUI akan membuat fatwa baru atau menganjurkan pemerintah membolehkan vaksin dengan alasan darurat.

Vaksin yang selama ini digunakan untuk haji dan umrah Indonesia, menurut Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, juga digunakan oleh negara-negara berpenduduk Muslim yang lain termasuk Malaysia.

Meski prosesnya melibatkan bahan dari unsur babi namun produk akhir dari vaksin meningitis tersebut tidak mengandung unsur babi karena sudah melalui proses pembilasan.



Sumber : Depag

Setoran Awal Haji Naik

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Setoran awal BPIH Rp 25 juta dan haji khusus  naik menjadi 4.000 dolar AS.

JAKARTA-Terhitung mulai 2010 ini,setoran awal Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) naik dari yang semula RP 20 Juta menjadi Rp 25 juta.Sementara setoran awal untuk haji khusus atau ONH plus naik dari yang semula 3.000 dolar AS menjadi 4.000 dolar AS.Hal ini di tegaskan Menteri Agama, Suryadharma Ali,pada sambutan nya membuka Rapat Kerja nasional ( Rakernas ) Kementerian Agama 2010 di Jakarta, senin malam (1/2).

“Ini untuk calon jamaah yang baru mendaftar.Untuk calon jamaah yang sudah membayar setoran awal Rp 20 juta, ya tetap.tidak perlu menambah setoran awalnya.Bila segala sesuatunya sudah siap, akan diberlakukan pada Maret tahun ini,’ tegas Menag didampingi Sekjen kementerian agama, Bahrul Hayat.Hanya saja Menag tidak menjelaskan apakah BPIH untuk jamaah tahun 2010 ini akan naik atau tidak.

Diakui menag bahwa penyelenggara haji tahun 2009 di nilai berhasil dan baik dalam penyelenggaraannya.”Namun demikian, perlu kita akui bahwa di balik keberhasilan tersebut, masih terdapat hal-hal yang di perlu di sempurnakan sesui dengan tuntutan kepuasan jamaah dan harapan masyarakat terhadap layanan yang di berikan,”tandas Menag di hadapan 775 kepala kantor wilayah kementerian Agama, serta para rektor, kepala perguruan tinggi negeri islam, dan pejabat Kementerian Agama.

Dikatakan Menag, naiknya setoran awal bagi jamaah haji yang akan berlaku sejak 2010 ini, antara lain, agar jumlah calon jamaah yang waiting list tidak meningkat secara tajam.”Pada hakikatnya melaksanakan ibadah haji hanya bagi orang yang mampu,”papar Menag.Menang juga menyatakan, untuk memastikan kualitas penyelenggaraan haji dapat memenuhi standar pelayanan internasional.Menurutnya, mulai penyelenggaraan haji tahun 2010 ini akan menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM)penyelenggaraan ibadah haji yang berstandarkan ISO 9001:2008.

Sementara itu, pengurusan dokumen haji mulai 2010 dilakukan secara terpadu di kantor-kantor Kementerian Agama tingkat kabupaten/kota, sehingga diharapkan memudahkan calon jamaah haji.Hal ini di ungkapkan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama,Bahrul Hayat, beberapa waktu lalu.Bahrul menyebutkan, layanan terpadu itu meliputi pengurusan paspor, pembayaran, dan sebagainya.

  Layanan terpadu itu, katanya, sudah dikoordinasikan dengan pihak imigrasi dan Kementerian Hukum dan HAM serta berbagai instansi terkait lain.

Untuk pemgurusan paspor, misalnya, ada petugas dari imigrasi yang dating ke kantor-kantor kementerian Agama.

Pada musim haji tahun 2009, jamaah haji Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi sebanyak 206.368 orang, terdiri atas jamaah reguler 189.359 orang dan jamaah haji khusus 17.009 orang.Menang mengatakan secara umum pelaksanaan ibadah haji berlangsung lancer dan sukses.”Alhamdulillah pelaksanaan haji tahun 2009 ada kemajuan dan sukses,” ucapnya. 

 

Sumber : Harian Republika

Dana Haji Masuk Sukuk

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Menteri Agama Suryadharma Ali berencana memindahkan tabungan haji ke Surat Berharga Sukuk Negara (SBSN) pada Juni tahun ini. "Tabungan Haji hanya akan dijamin sebanyak 2 milyar apabila tidak dipindahkan ke sukuk," katanya usai rapat gabungan antarkomisi Dewan Perwakilan Rakyat di Jakarta.
Menurut Suryadharma, sebelumnya Tabungan Haji telah di pindahkan menjadi sukuk (surat utang berbasis syariah) pada April 2007 dengan alasan sebagai sumber pendanaan untuk menutupi biaya operasional haji selain dari ongkos jemaah calon haji. Pemindahan tersebut sempat diprotes beberapa kalangan karena dianggap sebagai salah satu cara Departemen Agama mengambil keuntungan.

Menurutnya, dengan kuota haji Indonesia sebesar 205 ribu orang, jika ongkos haji 2008 naik sebesar Rp 5 juta, paling tidak satu orang harus membayar kurang lebih sekitar Rp 30 juta per orang. Sehingga untuk pembayaran peserta haji saja setidaknya terdapat dana Rp 5,5 triliun per tahun. Dengan besaran imbal hasil 2010 sebesar 8,7 persen, maka besarnya pengembalian dana tiap bulan cukup untuk menutupi defisit negara.

  Sumber  : Depag

Aman, Tertib dan Lancar

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Aman, lancar dan tertib, itulah kesimpulan rapat evaluasi tentang penyelenggaraan operasional haji tahun 1430 H embarkasi Banjarmasin, Kalsel. Embarkasi yang mengandalkan bandara Syamsuddin Noor, Landasan Ulin Banjar Baru ini memberangkatkan 3.507 jamhaj Kalsel dan 1.416 jamhaj Kalteng.

Selanjutnya...

PEMBAYARAN

Pembayaran ke Rekening PT. DIAN NUSA INSANI
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) KC WARUNG BUNCIT
7000 366 816/US Dollar -- 7000 366 808/Rupiah

Pusat Kajian Hadis

PUSAT KAJIAN HADIS
Oleh
DR. A. Lutfi Fathullah, MA

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Mutiara Hadits

 

Dari Abu Hurairah ra:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: "Berumrah dari satu umrah ke umrah selanjutnya merupakan pengampunan dosa antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang layak kecuali surga".
 

Insani Ym


Info Insani

Marketing Insani


Kami memiliki 97 Tamu online

Kajian Hadits

METODE BELAJAR INTERAKTIF
HADIS & ILMU HADIS

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami.