1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Insani Berita

Travel Keluhkan Keterlambatan Haji

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Pembahasan mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) hingga kini belum juga rampung. Hal ini tentu saja menghambat para penyelenggara travel ibadah haji khusus. Mengapa?, karena dengan molornya pembahasan tersebut mengakibatkan terlambatnya pengumuman jumlah jamaah haji khusus yang pasti berangkat dan batas pelunasan BPIH. Padahal pihak kementerian Agama dan DPR menjanjikan pengumuman akan segera dilakukan akhir juni 2011. Namun hingga sampai pertengahan juli ini belum ada juga kesepakatan BPIH. ini jelas menghambat semuanya baik penyelenggara haji khusus ataupun juga menghambat calon jamaah hajinya. Ujar wakil sekretaris Himpunan penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Muhammad Hasan pada rabu (20/7). Hasan mengaku pihaknya dan pengelola travel lainya belum bisa bergerak mempersiapkan haji 2011. Itu mencakup pada belum bisa memastikan berapa banyak tiket yang dibutuhkan, berapa kamar hotel yang diperlukan, bahkan sampai berapa jumlah calon jamaah haji yang pasti berangkatpun belum bisa dipastikan. Hambatan ini lanjutnya, karena kemenag belum mengembalikan setoran awal jamaah haji plus, sementara pemerintah sudah bisa membayar kontrak pemondokan , katering dan lainya dari dana optimalisasi haji atau dari dana setoran awal dana haji reguler. Bagaimana mau mengembalikan dana setoran jamaah haji khusus, pengumuman pelunasan saja belum. Tandas direktur utama Gaido Tour and Travel ini. Ini salah siapa menurut Hasan?, yang bersalah kemungkinan besar di DPR. Karena pembahasan masalah haji kuncinya ada di komisi 8 DPR. Kami harap pengumuman pelunasan segera dilakukan. Paling tidak pekan ini, sehingga senin (25/7), kami sudah bisa melakukan pelunasan dan jamaah tidak lagi khawatir apakah berangkat tahun ini atau tidak ujarnya. REPUBLIKA.




 

Masyarakat agar tidak terpikat Haji atau Umrah MLM

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Jakarta(Pinmas)--Direktur Pembinaan Haji Kementerian Agama Ahmad Kartono mengingatkan masyarakat agar tidak terpikat oleh penyelenggara ibadah haji atau umrah dengan sistem multi level marketing (MLM) atau sistem berantai. Karena sistem yang banyak berkembang belakangan ini memiliki potensi penipuan yang sering dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Ada pihak yang bisa berangkatkan umrah Rp 2,5 juta, haji Rp 5 juta dengan cara berantai. Ini sama-sama kita berantas," kata Ahmad Kartono di depan peserta pembekalan dan sosialisasi penyelenggara ibadah haji khusus di Jakarta, Jumat (1/4). Acara ini diikuti 250 peserta mewakili PIHK (penyelenggara ibadah haji khusus) dan pejabat bidang haji Kemenag.

Menurut Ahmad Kartono, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah atau haji melalui MLM karena mereka terpikat oleh biaya yang murah dibanding dengan biaya haji atau umrah secara resmi. Padahal dengan cara berantai atau arisan ini lebih banyak orang yang kecewa.

Sementara itu, Ketua Umum HIMPUH (Himpunan Muslim Penyelenggara Umrah dan Haji) Baluki Ahmad menambahkan, saat ini ada pola atau modus baru sebuah biro perjalanan menggaet calon jamaah haji melalui cara MLM. " Mereka mengumpulkan masyarakat dengan iming-iming biaya murah bisa pergi haji. Padahal travel ini tidak ada izinnya, ini yang harus kita waspadai," tandasnya.

Baluki juga berharap agar masyarakat untuk tidak terbujuk travel yang menawarkan paket perjalanan haji dan umroh dengan biaya semurah mungkin. Sebab, saat ini sudah tidak masuk akal dengan melihat kondisi eksternal, seperti naiknya biaya penginapan, transportasi dan juga harga minyak mentah dunia.

"MLM seperti money game. Ini masukan kita ke Kementerian Agama. Karena kami diayomi undang-undang, harus dapat perlindungan, jadi MLM janagan dibiarkan," tandas Baluki.

Ahmad Kartono yang mewakili Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Slamet Riyanto juga menyampaikan, kuota jemaah haji khusus sebagaimana tahun lalu sebanyak 17.000 orang. "Namun apabila ada tambahan, pemerintah akan mengalokasikan bagi jemaah haji khusus," katanya.

Ia juga mengingatkan PIHK dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji khusus harus memiliki komitmen, antara lain memberikan akomodasi hotel berbintang 4, katering prasmanan standar hotel, transportasi menggunakan bus syarikah, penerbangan diperbolehkan transit maksimal hanya satu kali, masa tinggal di Arab Saudi maksimal 25 hari, menyediakan pembimbing ibadah dan petugas kesehatan.

"Ini agar jemaah bisa menunaikan haji dengan nikmat bukan malah sengsara," kata Ahmad Kartono.

Terkait dengan adanya perubahan struktur Ditjen PHU dalam penanganan jemaah haji khusus, Kartonio menjelaskan lingkup koordinasi yang baru yaitu dengan Direktorat Pelayanan Haji menangani urusan pendaftaran dan pembatalan jemaah khusus, Direktorat Pembinaan dan Umrah menangani perizinan, akreditasi, pengawasan dan pengelolaan BPIH. (ks)

 

Sumber: http://www.kemenag.go.id

 

Ketua PPIH Arab Saudi

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Ketua PPIH Arab Saudi: Secara Umum Penyelenggaraan Haji Berjalan Baik

 

Jeddah(MCH)--Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi DR. H.M. Syairozi Dimyathi mengatakan, secara umum penyelenggaraan haji tahun ini telah berjalan dengan baik, beberapa kendala dan hambatan yang ditemui selama masa operasional akan dibahas dalam Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji di Arab Saudi yang akan berlangsung Rabu (22/12), di Mekkah yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama Suryadharma Ali.

Hal itu diungkapkan Ketua PPIH Arab Saudi H.M.Syairozi Dimyathi dalam "closing statement" penyelenggaraan haji kepada MCH, di Kantor Teknis Urusan Haji, Konjen RI di Jeddah, selasa (21/12).

Menurut Syairozi, hasil dari evaluasi haji di Arab Saudi tersebut, akan disampaikan kepada Kementerian Agama sebagai bahan dalam Rapat kerja Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1431H di tanah air.

Jemaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi, kata Syairozi, sebanyak 198.662 jemaah regular dan 23.434 jemaah khusus. Seluruh jamaah haji telah ditempatkan dalam pemondokan selama di Madinah maupun di Makkah. Pelayanan akomodasi jamaah haji di Madinah dilakukan oleh 13 Majmuah, yaitu di wilayah Markaziah 94,49% dan di wilayah Non Markaziah 5.51%. Sedangkan di Mekkah ditempatkan di wilayah Ring I : 62,94% dan Ring II : 37,06%.

Ketua PPIH Arab Saudi menambahkan, seluruh jamaah juga telah mendapatkan pelayanan catering, baik di Madinah, Arafah-Muzdalifah-Mina dan Jeddah sekalipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan di lapangan.

Menurut Syairozi, pelayanan transportasi dari wilayah pemondokan ke Masjidil Haram PP (transportasi salawat) dan pelayanan transportasi umrah perdana yang disediakan oleh pemerintah Indonesia dapat berjalan dengan baik dan tidak menemui kendala yang berarti.

Hal yang cukup menonjol, kata Syairozi adalah keterlambatan yang terjadi pada penerbangan haji. Pada masa kedatangan sebanyak 123 Kloter (24,94%) mengalami delayed yang bervariasi, dan pada masa pemulangan mencapai 335 Kloter (67,81%). "Pelayanan kepada jemaah haji yang terkena dampak delayed diberikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, khususnya yang berkaitan dengan konsumsi dan akomodasi," ucapnya.

Lebih jauh Syairozi mengatakan, jemaah haji yang wafat di Arab Saudi sampai dengan akhir operasional haji sebanyak 418 orang. "Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh haji mabrur dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Amin," ujarnya.

Jemaah haji yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, kata Ketua PPIH Arab Saudi, sebanyak 46 orang, jamaah, selanjutnya menjadi tanggung jawab pemerintah RI (KJRI Jedah). "Kami akan terus memantau secara intensif perkembangan kesehatannya dan pada saatnya nanti kami akan mengantarkannya kembali ke tanah air," ucapnya. (ts)
 
Sumber: http://kemenag.go.id

 

Masjidil Haram yang selalu hidup dan menghidupi

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Mekkah--Seusai musim haji, kita bisa menyaksikan bahwa Masjidil Haram tetap menjadi jantung dari denyut Nadi perekonomian kawasan Hijaz (Makah-Madinah). Para penduduk di kawasan ini selalu menyempatkan diri untuk berumroh setiap saat. Sehingga dari tempat-tempat Miqot seperti Birr Ali, Tan im dan Hudaibiyah, kita bisa menyaksikan jamaah yang mengenakan pakaian Ihrom tidak pernah berhenti.

Meski bisa dikatakan mulai sepi, namun bukan berarti Kabah dapat dikatakan sunyi dengan sebenarnya. Kehidupan di Masjdil Haram tidak pernah berhenti 24 jam. Bahkan pelataran Kabah pun tidak pernah sepi dari jamaah yang terus berthowaf sepanjang hari dan malam, meski juga memang tidak penuh.

Terdapat semacam hubungan simbiosis mutualis (hubungan yang saling menguntungkan) antara kawasan Hijaz dan penduduknya. Mereka hidup dari daerah Hijaz, terutama karena faktor pariwisata (ziarah), dan merekalah yang menghidupkan kawasan ini dengan berbagai aktifitas kemanusiaan.

"Hal ini dalat dimaklumi mengingat penduduk Makkah dan Madinah, mayoritasnya bahkan bukan penduduk Asli. Mereka kebanyakan adalah orang-orang luar, baik luar Arab Saudi maupun luar negara-negara Arab. Terdapat hubungan saling hidup dan menghidupi," tutur Luthfi Zuhdi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk Arab Saudi kepada NU Online di Madinah, Sabtu malam (18/12).

Menurut Luthfi, para pekerja maupun pebisnis yang tinggal di kawasan ini tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan berumroh. Karena mereka tentu sangat membutuhkan sokongan moral dan spiritual dalam setiap urusan di Tanah Suci ini. Dan karena itu pulalah, Makkah-Madinah terutama Masjidil Haram tidak pernah sepi dari pengunjung.

Bagi orang-orang yang berada di Makkah atau daerah-daerah sekitarnya misalnya, mereka akan mengambil Miqot di Tan im atau Jiranah. Sedangkan bagi penduduk di kawasan Madinah, mereka akan miqot di Birr Ali.

Beberapa pilihan dapat digunakan oleh penduduk Madinah untuk berumroh menuju Makkah. Jamaah umroh bisa memilih memakai kendaraan pribadi, atau kendaraan umum. untuk kendaraan jenis kedua ini juga terdapat beberapa pilihan, misalnya taksi atau bus yang banyak terdapat di sekitar kawasan Masjid Nabawi.

Di terminal bus Saptco Madinah, ada banyak taksi-taksi yang siap mengantarkan Anda ke Makkah untuk berumroh dengan biaya sekitar 60 Riyal perorang, bisanya taksikecil dinaiki 4 orang. Sedangkan Bus Saptco mematok harga 50 Riyal, sementara bus lain biasanya memasang tarif 30 Riyal. Tentu saja perbedaan harga juga berakibat pada perbedaan layanan, dan tentu saja waktu tempuh.

Taksi-taksi biasanya akan berhenti dahulu di Birr Ali untuk memberi kesempatan kepada para penumpangnya yang berumroh untuk mengambil Miqot. Mereka yang tidak berumroh namun berada salam satu taksi tidak akan pernah protes.

"Sudah menjadi sebuah kewajaran di sini bahwa taksi akan mampir di Birr Ali agar jamaah Umroh bisa sholat dan mengambil Miqot. Tidak mengapa bahkan jika ada hanya satu orang yang berumroh sementara empat orang lainnya tidak umroh. Tidak akan ada yang Protes," tutur Hussein salah seorang mahasiswa Universitas Thaiba Madinah.

Jadi jika ingin tampil flamboyan, Anda bisa tetap berpakaian perlente tanpa membawa satu tas tentang pun. Barulah di Masjid Birr Ali Anda bisa mengenakan pakaian Ihrom yang banyak di jual di pelataran Masjid. Namun untuk Anda yang memilih naik bus, sebaiknya memakai pakaian Ihrom sejak sebelum naik, karena bus hanya akan lewat saja tidak di Birr Ali, tidak akan berhenti.

Dalam terminologi lama, Hijaz digambarkan sebagai kawasan tersendiri yang melingkupi daerah-daerah disekitar dua Tanah Suci Makkah dan Madinah, termasuk juga Thoif dan Yanbu`. Dalam naskah-naskah khasanah Islam klasik, Hijaz biasanya disebut untuk dibandingkan dengan kawasan Kufah, Basrah, Damaskus dan ghorb (barat/Andalus).(syaifullah amin)

 

 

Sumber : Republika

 

Tak Perlu Fatwa Haji Lansia

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Usia lanjut bukan penyebab kematian jemaah haji. Pemerintah menilai fatwa muhrim pendamping bagi jamaah haji lansia (lanjut usia) tak perlu dibuat. Penegasan ini disampaikan Sekretaris Ditjen Haji & Umrah Kementrian Agama, Abdul Ghafur Djawahir. Dalam Islam, kata Ghofur lansia tidak perlu didampingi muhrim jika keluar rumah dan bepergian. “ Nggak perlu fatwa muhrim bagi (jamaah haji) lansia,” ujarnya.

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul permintaan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa muhrim pendamping bagi jamaah haji lansia.

Ghofur mengatakan, faktor usia lanjut bukan merupakan penyebab kematian jamaah haji di Tanah Suci. “ Sebagian besar jamaah haji meninggal dunia bukan karena lansia, melainkan diakibatkan penyakit bawaan yang diidapnya selama di Tanah Air.” Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meminimalisasi masalah jamaah haji lansia, menurut dia, adalah menunjuk ketua regu di tiap 10 orang jamaah. Ketua regu itu bertanggung jawab mengatur dan mengawasi anggota regunya.

Meski demikian, Ghofur mengakui pentingnya pendamping bagi jamaah haji lansia. Untuk menekankan pentingnya pendamping bagi jamaah lansia ini, kata dia, bias dibuat semacam imbauan, bukan fatwa. Fatwa, menurutnya, justru diperlukan untuk menjawab fenomena, misalnya hukum calon jamaah haji yang sudah terdaftar, tetapi gagal berangkat karena sesuatu hal.

 

 

Sumber : Depag

 

Vaksin Meningitis Halal Sudah Didistribusikan

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Pemerintah telah menyalurkan vaksin meningitis ke daerah. Hingga 31 Juli, tak kurang 10 provinsi telah menerima pasokan vaksin meningitis produksi Novartis yang dicap halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sri Indrawati, mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan dengan Novartis dilakukan pada Senin (30/8). "Hari ini mulai dikirim ke daerah," kata Sri kepada wartawan, Selasa (31/8). Pihaknya saat ini lebih memprioritaskan daerah yang jauh. "Kalimantan dan Sulawesi sudah kami kirim hari ini," lanjut perempuan berjilbab itu.

Untuk daerah yang dekat dengan Jakarta, pengirimannya akan dilakukan kemudian. Kemenkes mencatat, tahun ini total dibutuhkan 224 ribu dosis vaksin. Sri mengatakan, setiap dosisnya, Novartis mematok Rp 236 ribu. "Itu sudah termasuk penambahan 10 ribu kuota jamaah," paparnya. Head of Commercial Novartis, Joko Murdianto, mengatakan, saat ini pihaknya telah menyalurkan sebagian besar pasokan vaksin. "Saat ini sudah 214.415 dosis," kata Joko kepada wartawan di kantornya. Pengiriman itu, kata Joko, dilakukan selama tiga tahap. "Untuk yang 10 ribu penambahan kuota kita kirim hari ini. Mudah-mudahan dua hari sudah sampai," jelasnya.

Pihak Novartis pun mulai membuka diri terhadap publik. Salah satunya adalah menunjukkan kepada publik tumpukan boks vaksin meningitis yang ada di gudang Novartis di Jakarta. Humas Novartis, Wanda Harahap mengatakan, harga yang ditetapkan oleh Novartis memang lebih mahal dari vaksin produksi GlaxoSmithKline (GSK). Harga per dosis vaksin GSK adalah Rp 110 ribu. Namun Wanda mengatakan, harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga vaksin Novartis di luar negeri. "Lebih murah hampir 40 sampai 50 persen," katanya. Wanda menyampaikan, vaksin Novartis telah digunakan oleh beberapa negara. Antara lain, Amerika, Pakistan, dan beberapa negara di Eropa. Bahkan dia mengklaim, vaksin tersebut telah memperoleh sertifikasi halal dari Islamic Service of America (MUI-nya Amerika Serikat, red) pada Januari lalu.

Sumber: http://haji.kemenag.go.id

 

Pemerintah Tetapkan Mekanisme Pembagian Kuota Tambahan

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Pemerintah menetapkan mekanisme pembagian kuota tambahan haji khusus sesuai dengan nomor urut pendaftaran. Menurut Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Ghafur Djawahir, mekanisme tersebut dinilai dekat dengan azas keadilan bagi calon jamaah haji. ”Sepantasnya yang memiliki nomor urut awal didahulukan,” ujar Ghafur di Jakarta, Senin (30/8). Ghafur menjelaskan, pembagian kuota tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 109 2010 dan Peraturan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji Dan Umrah (PIH) No 396 2010. Pemerintah memberikan waktu dua hari untuk pelaksanaan mekanisme ini mulai dari 30-31 Agustus 2010. Apabila dalam dua hari belum mencapai target, lanjut Ghafur, maka kuota tersebut akan diperebutkan secara bebas mulai tanggal 2-3 September.

Pemerintah optimistis, waktu yang telah diberikan akan menghabiskan total kuota yang ada. Apalagi, diperkirakan hampir rata-rata tiap hari sebanyak 1500 calhaj khusus melakukan pelunasan. Lebih lanjut, Ghafur mengemukakan, pembagian kuota tambahan bagi calhaj reguler ditentukan berdasarkan tahun antrean. Provinsi yang mempunyai daftar antrean panjang mendapat kuota lebih besar. Sebagai contoh, wilayah yang memiliki daftar antrean sepuluh tahun mendapatkan kuota tambahan sebesar 200 kursi. Di antara provinsi yang mendapatkan jatah 200 yaitu Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. “Delapan tahun mendapat sekitar 180 dan paling rendah 2-3 tahun memperoleh 80 kuota tambahan,” imbuh dia. Ghafur menegaskan, tidak ada sistem perebutan dalam haji reguler. Oleh karena itu, waktu pendaftaran akan mulai dibuka kembali pada tanggal 1-6 September atau bersamaan dengan perpanjangan tahap kedua bagi jamaah haji reguler nontambahan.

Sumber: http://haji.depag.go.id



  

PEMBAYARAN

Pembayaran ke Rekening PT. DIAN NUSA INSANI
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) KC WARUNG BUNCIT
7000 366 816/US Dollar -- 7000 366 808/Rupiah

Pusat Kajian Hadis

PUSAT KAJIAN HADIS
Oleh
DR. A. Lutfi Fathullah, MA

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Mutiara Hadits

 

Dari Abu Hurairah ra:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: "Berumrah dari satu umrah ke umrah selanjutnya merupakan pengampunan dosa antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang layak kecuali surga".
 

Insani Ym


Info Insani

Marketing Insani


Kami memiliki 95 Tamu online

Kajian Hadits

METODE BELAJAR INTERAKTIF
HADIS & ILMU HADIS

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami.