1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Insani Berita

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

 

Telah Berpulang ke Rahmatullah

 Hj. Dalilah binti H. Zainal Abidin

( Ibu dari H. Achmad Syakir Chozi, Direktur Utama PT. Dian Nusa Insani )

pada hari Ahad, tanggal 20 November 2011

 

Semoga amal ibadah Almarhumah diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya

dan kepada keluarga yang di tinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, aamiin

 

 

title

Silaturrahmi Keluarga Besar Calon & Jamaah Umrah/Haji PT. Dian Nusa Insani

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Assalamu'alaikum Wr Wb

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT yang telah memberi kenikmatan sehat lahir dan batin pada kita semua, sehingga sampai detik ini kita masih dapat menjalankan aktifitas seperti biasanya. Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga serta para sahabatnya.

Untuk mempererat tali silaturrahmi yang telah terbina, bersama ini kami mengundang Bapak & Ibu untuk menghadiri acara silaturrahmi seluruh Keluarga Besar Alumni Jamaah Umrah & Haji PT. Dian Nusa Insani, yang Insya Allah akan diadakan pada :

Hari / Tanggal   : Sabtu, 26 November 2011 / 30 Dzulhijjah 1432 H

Waktu              : Jam 09.30 WIB s/d selesai

Bertempat        : Komplek Masjid Al-Mughni, Jl. Gatot Subroto Kav. 26

Acara               : Silaturrahmi Keluarga Besar Calon dan Jamaah Umrah/Haji
                         PT. Dian Nusa Insani

Besar harapan kami, kedatangan Bapak & Ibu tepat pada waktunya. Keterangan lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran Bapak/Ibu dapat menghubungi kantor kami di (021) 79195808 atau 0813 8627 9832 dengan Ibu Ichi dan 9423 3824 dengan Ibu Endang.

Atas perhatian dan kehadirannya kami haturkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr Wb


 

Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1432 H, Minggu 6 November 2011

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Jakarta (Pinmas)--Pemerintah RI menetapkan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1432 Hijriyah jatuh pada Minggu, 6 November 2011. Penetapan ini terkait dengan sidang Itsbat menentukan tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Jumat 28 Oktober 2011.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat yang mewakili Menteri Agama saat memimpin sidang di Jakarta, Jumat (28/10) memutuskan hal tersebut. Sidang itsbat dihadiri berbagai organisasi massa Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Persis, Jamiyatul Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah dan lain-lain.

"Atas nama pribadi dan Kementerian Agama kami menyampaikan selamat Idul Adha 1432 Hijriyah," kata Bahrul. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI nomor 192 tahun 2011 tentang penetapan 1 Dzulhijjah 1432 H.

Ketua Badan Hisab dan Rukyat Ahmad Jauhari melaporkan, ijtima` menjelang awal Dzulhijjah 1432H jatuh pada Kamis 27 Oktober bertepatan dengan 29 Dzulqlaidah sekitar pukul 02.56 dan saat matahari terbenam posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk dengan ketinggian antara 4 derajat 25 menit sampai 6 derajat 34 menit.

Disebutkan, dari 46 lokasi pengamatan hilal atau rukyatul hilal, ada tiga lokasi yang menyatakan melihat hilal atau bulan baru. Tiga titik tersebut yaitu di Condongdipo, Gresik Jawa Timur, BasMall Kembangan, Jakarta Barat dan Mahad Al Husniyah Cakung, Jakarta Timur. "Mereka yang menyatakan telah melihat hilal telah disumpah oleh Hakim pada Pengadilan Agama setempat," kata Jauhari.

Sementara itu, Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan, secara astronomi ketinggian hilal di seluruh Indonesia cukup tinggi sekitar enam derajat. "Hilal cukup tinggi, rukyat tidak perlu menggunakan alat. Namun demikian penentuan tidak bisa hanya berdasarkan observasi ilmiah, tetap harus berdasarkan kesepakatan," katanya.

Ia bersyukur bahwa ormas Islam kompak pada Idul Adha tahun ini, disebabkan semua kriteria yang ada di Indonesia menyimpulkan hal sama. (ks)

sumber: kemenag.go.id

 

Alokasi Kuota Sudah Final

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Masih ada peluang penambahan kuota bagi haji khusus.

JAKARTA — Pemerintah tidak akan mengubah keputusan mengenai alokasi 10 ribu kuota haji tambahan 2011. Sebanyak 7.000 kuota tetap diperuntukkan bagi jamaah haji reguler dan 3.000 untuk jamaah haji khusus.

Penegasan ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali kepada sejumlah wartawan di Jakarta, Selasa (13/9). “Iya sudah final,” ujar Menag.

Keputusan itu, kata Menag, didasari pertimbangan bahwa daftar tunggu (waiting list) calon jamaah haji (calhaj) re guler cukup panjang, mencapai kurang lebih 1,2 juta calhaj. Daftar tunggu ini lebih panjang jika dibandingkan dengan waiting list calhaj khusus.

Karena itu, Menag meminta para penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) untuk tidak mempermasalahkan pembagian kuota saat ini sebab proses penyerapan kuota masih akan berlangsung. Jika kuota pada tahap pelunasan awal nantinya tidak terserap, akan dilanjutkan lagi di tahap kedua.

Apabila hingga akhir tahap pelunasan masih terdapat sisa kuota, akan dikembalikan ke porsi kuota nasional. Kebijakan pengelolaannya berada di Menag.

Menurut dia, masih terdapat peluang penambahan kuota bagi jamaah haji khusus, tetapi pihaknya ti dak dapat memastikannya. “Iya (mung kin ditambah), tapi tidak bisa dijanjikan,” kata Menag.

Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI) Sugeng Wuryanto sangat menyayangkan sikap dan keputusan Menag itu. Semestinya, kata dia, pemerintah melibatkan PIHK untuk mem bahas persoalan tersebut. Apalagi, pemerintah kerap memberikan harapan alokasi lebih besar jika terdapat tambahan kuota.

Menurutnya, jika PIHK diminta menunggu sisa penyerapan kuota, hal itu sama artinya sebagai ketidaktegasan. Dalam masalah ini, ia menilai, akar persoalan yang harus diperbaiki adalah penetapan standar pelayanan minimal (SPM). Persoalan kuota adalah efek dari inkonsistensi pemerintah merumuskan SPM.

Pada 2011, katanya, PIHK menunggu SPM lantaran hingga saat ini, mereka belum menerima SPM itu. Ia mendesak, SPM segera dikeluarkan agar ada ukuran yang jelas terkait pelayanan dengan BPIH minimal 7.000 dolar AS yang ditetapkan pemerintah. PIHK, menurut Sugeng, pada prinsipnya ingin membangun sistem. “Dan Menag harus bangun komitmen,” ujarnya.

Bahas bersama

Ketua Umum Rabithah Haji Indonesia (RHI) Ade Marfuddin menyarankan kedua belah pihak duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. Menurutnya, pemerintah berdasarkan UU No 13 Tahun 2008, mempunyai wewenang terkait pengaturan kuota dengan merujuk pertimbangan-pertimbangan yang ada, termasuk daftar tunggu masing-masing daerah. Siapapun tak bisa melawan itu, katanya.

Namun, katanya, PIHK dapat meminta klarifikasi untuk memperolah transparansi alokasi kouta tersebut, misalnya tentang dasar atau landasan yang dipergunakan oleh pemerintah dalam mengaloka sikan tambahan kuota itu. Semuanya bisa diketahui dengan mengklarifikasi langsung ke pemerintah.

Tetapi, ia mengira, kebijakan pemerintah tersebut didasari atas UU yang berlaku dan asas keadilan. Artinya, jika sebagian besar kuota diberikan kepada haji khusus, bukan tak mungkin jamaah haji reguler akan menuntut serupa. Apa pun itu, ia meminta, pemerintah dan PIHK mencari jalan keluar yang dapat diterima kedua belah pihak. ed: wachidah handasah

Sumber: Republika.co.id

Undangan Manasik Haji

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Kepada Yth.
Bapak/Ibu Calon Jamaah Haji PT. Dian Nusa Insani
Di tempat

Assalamu'alaikum Wr Wb

Teriring do'a kami panjatkan semoga keadaan Bapak serta Ibu selalu dalam lindungan Allah SWT. Bersama ini kami mengundang Bapak dan Ibu untuk hadir dalam Pertemuan Manasik Kedua dan ketiga Calon Jamaah Haji PT. Dian Nusa Insani, yang Insya Allah akan diadakan pada :

Hari & Tanggal     : Sabtu, 17 September 2011   Check In jam 14.00 WIB
                              (Menginap 1 malam)
                             Ahad, 18 September 2011   Check Out jam 13.00 WIB

Tempat                 : Hotel SERUNI 2 (Gunung Gede)
                               Jl. Pirus Kampung Baru Tegal Cibereum Cisarua
                               (arah Taman Safari). Telp: (0251) 8259988

Acara                    : Manasik Haji untuk Teori & Praktek

Mengingat acara tersebut harus menginap satu malam, oleh karena itu diwajibkan bagi para calon jamaah untuk membawa perlengkapan untuk shalat & keperluan mandi. Dan karena terbatasnya waktu & tempat penyelenggaraan dan pentingnya acara tersebut, maka kami harapkan Bapak & Ibu Calon Jamaah Haji PT. Dian Nusa Insani dapat hadir tepat pada waktunya.

Keterangan lebih lanjut, dan konfirmasi Bapak & Ibu dapat menghubungi Kantor kami di (021) 7919 5808 dengan Bapak Kamal.

Atas perhatiannya, kami haturkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Kuota Haji Tambah 10 Ribu

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

Daerah dengan antrean terpanjang akan diprioritaskan.

TANGERANG - Kuota jamaah haji Indonesia 2011 dipastikan bertambah 10 ribu sehingga menjadi 221 ribu. Hal ini terjadi setelah Pemerintah Arab Saudi mengabulkan permohonan tambahan kuota yang diajukan Pemerintah Indonesia. Sebelumnya, kuota haji Indonesia adalah 211 ribu.  

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengungkapkan hal itu di ruang VIP Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (11/9), seusai melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi dalam rangka persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1432H/2011.

Dijelaskan, tambahan kuota haji tersebut akan dialokasikan kepada jamaah haji reguler sebanyak 7.000 sehingga jumlah jamaah haji reguler menjadi 201 ribu orang, sedangkan sisanya, yakni 3.000, akan didistribusikan untuk jamaah haji khusus. Dengan demikian, jumlah jamaah haji khusus menjadi 20 ribu orang.

Tambahan kuota tersebut, kata Menag, akan dikembalikan lagi ke daerah. Daerah dengan daftar antrean terpanjang akan memperoleh prioritas, di antaranya Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatra Barat, Kalimantan Timur, dan Jawa Timur. Ini termasuk pula kuota tetap yang masih tersisa pada batas akhir pelunasan 9 September lalu.

Menag menegaskan, apabila kuota ini kelak tidak terserap maksimal, akan kembali ke porsi nasional dengan kebijakan pengelolaan berada di tangan menteri. Soal batas pelunasan kuota tambahan tersebut, pemerintah belum menentukannya. Yang pasti, akan ditentukan secepat mungkin. "Insya Allah besok akan kita umumkan lagi," katanya.

Terancam rugi

Penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) mempertanyakan keputusan pemerintah mengenai pembagian kuota haji tambahan tersebut. Dalam hal ini, PIHK tak sependapat karena alokasi kuota tambahan yang diberikan bagi haji khusus lebih sedikit dibandingkan 2010, yaitu sebanyak 6.500. Hal ini bertolak belakang dengan komitmen pemerintah untuk memberikan alokasi lebih besar mengingat kesiapan PIHK, baik dari segi penyerapan maupun kesiapan akomodasi.

Menurut Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) Baluki Ahmad, keputusan pembagian kuota tambahan itu mengakibatkan PIHK terancam rugi secara materi. Hal ini karena sebagian besar PIHK merujuk pada jumlah tambahan kuota haji khusus 2010 dan berdasarkan rujukan itu, mereka telah membayar uang muka (DP) bagi akomodasi, seperti penerbangan dan penginapan.

Dari komponen penerbangan, kata Baluki, perkiraan kerugian mencapai 400 dolar AS per kepala. Menyusul ketetapan pemerintah itu, pihaknya berencana berkoordinasi dengan asosiasi penyelenggara haji khusus. Pihaknya juga akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pemerintah untuk mencari jalan keluar. "Kita merasa sedih, PIHK KO," ujarnya.

Hal sama diungkapkan Ketua Bidang Kelembagaan Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) Sugeng Wuryanto. Ia menilai, kebijakan itu bisa mematikan PIHK. Ia pun mempertanyakan kembali komitmen lisan pemerintah.

Pemerintah, kata dia, menjanjikan, jika ada tambahan kuota, akan diprioritaskan bagi jamaah haji khusus. Hal ini mengingat kesiapan penyerapan tambahan kuota oleh haji khusus.

Menurutnya, alokasi 7.000 bagi jamaah haji reguler harus dikontrol ketat. Ia khawatir jika penggunaan kuota itu tidak tepat guna. Terlebih, hingga akhir batas pelunasan masih terdapat kuota yang belum terserap. Karena itu, ia mendesak pemerintah mencari solusi dan kebijakan terbaik dari alokasi kuota tambahan tersebut. ed: wachidah handasah

Sumber: Republika.co.id

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

Selasa, 12 Desember 2017 22:51

title

PEMBAYARAN

Pembayaran ke Rekening PT. DIAN NUSA INSANI
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) KC WARUNG BUNCIT
7000 366 816/US Dollar -- 7000 366 808/Rupiah

Pusat Kajian Hadis

PUSAT KAJIAN HADIS
Oleh
DR. A. Lutfi Fathullah, MA

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Mutiara Hadits

 

Dari Abu Hurairah ra:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: "Berumrah dari satu umrah ke umrah selanjutnya merupakan pengampunan dosa antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang layak kecuali surga".
 

Insani Ym


Info Insani

Marketing Insani


Kami memiliki 96 Tamu online

Kajian Hadits

METODE BELAJAR INTERAKTIF
HADIS & ILMU HADIS

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami.