1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Insani Berita

Tujuh Persiapan Kesehatan Bagi Jemaah Haji

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

Jakarta: Kementerian Kesehatan mengingatkan tujuh persiapan kesehatan yang sebaiknya dilakukan calon jemaah haji Indonesia sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Mekah.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, mengatakan, masih ada waktu sekitar sebulan sebelum jemaah haji Indonesia berangkat, maka para calon jemaah sebaiknya melakukan tujuh persiapan kesehatan dari sekarang, Senin.


Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi akan dilakukan pada 21 September dan pemberangkatan kloter terakhir pada 20 Oktober 2012.


Tujuh persiapan itu adalah pertama untuk para jemaah haji memeriksakan kesehatan mereka secara rinci ke dokter yang biasa dikunjungi atau dokter terdekat. "Tujuannya adalah agar dapat dideteksi kemungkinan penyakit dan masih ada waktu untuk mengatasinya," kata Tjandra.


Persiapan kedua adalah jika jemaah haji memang memiliki penyakit kronik dan memerlukan obat secara teratur, agar dapat membawa persediaan obat yang dibutuhkan selama di Tanah Suci.


Selain itu, untuk persiapan ketiga, Tjandra mengingatkan jika menurut dokter yang biasa menangani di Tanah Air seorang jemaah haji memiliki masalah kesehatan, maka agar tidak lupa meminta surat keterangan dokter.


"Ini untuk diserahkan ke dokter kloter nantinya. Kalau dari sekarang sudah tahu siapa dokter kloter atau dokter rombongan bila ONH plus, maka dari sekarang bicarakan dengan dokter kloter/rombongan tentang masalah kesehatan Anda, dengan membawa surat dari dokter yang biasa merawat Anda itu," ujarnya.


Persiapan keempat adalah dengan melakukan olahraga teratur seperti jalan kaki sebanyak 3-4 kali per minggu. Hal itu karena dalam perjalanan haji nantinya minimal ada empat rute jalan kaki yang cukup jauh, yaitu tawaf, sai, jalan dari hotel/pondokan ke masjid, dan jalan dari kemah di Mina ke tempat melontar jumroh. "Belum lagi kegiatan jalan kaki lain, misalnya ziarah atau mungkin saja berbelanja. Jadi harus dibiasakan berolahraga," katanya.


Persiapan kelima adalah jika jemaah haji berangkat bersama orangtua yang berusia lanjut, apalagi yang memang sudah sakit, maka harus melakukan persiapan lebih rinci seperti pengetahuan tentang menyewa kursi roda atau kemungkinan ikut safari wukuf dan lainnya.


Tjandra juga mengingatkan para jemaah haji bahwa persiapan nomor enam adalah untuk mulai mengenal dan mempelajari tentang fasilitas dan pelayanan kesehatan yang ada di Arab Saudi pada musim haji. Mulai dari petugas kesehatan kloter, pelayanan kesehatan di sektor, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), ataupun lokasi RS Arab Saudi.


Sedangkan persiapan ketujuh, adalah agar para jemaah haji juga dapat mempelajari situasi kesehatan atau wabah penyakit yang mungkin muncul di musim haji kali ini. "Amat dianjurkan untuk mulai sekarang untuk menyediakan waktu membaca berbagai tulisan tentang situasi penyakit di Arab Saudi pada musim Haji," katanya.


Tjandra mencontohkan tulisan yang baru dipublikasikan oleh Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO) di "Weekly epidemiological record" pada tanggal 27 Juli 2012 lalu (http://www.who.int/wer) atau bisa juga di www.who.int/ith dalam "Update for travellers". (Ant)

Sumber : http://haji.kemenag.go.id

Dirjen PHU Anggito Jamin Tidak Ada Previlage Haji

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

Jakarta (Pinmas)—Besarnya jumlah calon jamaah haji yang mendaftar tak dipungkiri mendorong berbagai upaya negatif yang dilakukan oleh para calon jamaah dan oknum haji. Dengan meminta kemudahaan pemberangkatan haji pada musimnya.

Padahal, kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Anggito Abimanyu, pola pendaftaran haji tetap mengikuti pola lama. Yakni sesuai dengan nomor pendaftaran calon jamaah haji saat membayarkan tabungan haji.

“Artinya tidak boleh ada calon jamaah haji yang meminta previlage pemberangkatan haji. Semua harus sesuai urutan pendaftaran,” kata Anggito Abimanyu dalam pengarahan calon petugas haji 2012 di Asrama Haji, Jakarta, kemarin.

Pakar ekonomi dari UGM ini menegaskan pemberian previlage bagi calon jamaah haji itu dapat merusak sistem penyelengaraan haji. Sekaligus memancing berbagai persoalan lain. Dampaknya menurunkan kepercayaan publik terhadap pelayanan haji.

Untuk itulah, dia memastikan tidak boleh satu pejabat di Dirjen Haji yang membawa-bawa calon jamaah haji. Baik itu dari kalangan politisi, birokrat atau pun pengusaha. Semua calon jamaah haji berangkat sesuai nomor pendaftaran.

“Itulah yang perlu diluruskan dulu. Saya tahu kalau banyak jamaah yang ingin berangkat haji dalam waktu secepatnya. Hal tersebut menumbuhkan peluang-peluang negatif. Artinya sistem yang ada harus dikontrol,” tegas mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan ini.

Pejabat eselon I itu menambahkan sistem pendaftaran haji yang ada saat ini sudah cukup baik.Hanya pada tingkat pelaksanaannya harus terus dievaluasi. Terlebih pada peluang-peluang mencari manfaat memberangkatkan calon jamaah diluar waktunya.

Selain itu, tambah dia, pola yang ada sangat mewakili aspek keadilan. Artinya biarpun memiliki uang banyak,tetapi nomor pendaftarannya masih lama tidak berarti bisa berangkat cepat. Sedangkan bagi calon jamaah yang sudah waktunya berangkat, dijamin dapat melaksanakan haji.

“Tapi tetap harus lunas biaya hajinya. Kalau sampai waktunya belum lunas itu kan juga tidak boleh,” ungkapnya.

Ditanya soal program pembenahan yang dilakukan selama menjabat Dirjen Haji, Anggito mengaku sudah menyusun sejumlah langkah. Diantaranya meningkatkan pelayanan haji di tanah suci, sekaligus mempermudah pendaftaran haji.

Dia merasa proses pendaftaran haji dapat dilakukan melalui on line. Model itu tengah dikembangan saat ini. Sehingga secara teratur dapat pula mengetahui jadwal keberangkatannya. “Jadi calon jamaah haji bisa lihat di situs tersebut. Tidak perlu khawatir ada permainan lagi,” ujarnya. (rko)

Sumber : http://kemenag.go.id

Pemerintah 'Cerewet' Minta Tambahan Kuota Jamaah Haji 30 Ribu

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

Jakarta Pemerintah kembali mengupayakan penambahan kuota jumlah calon jamaah haji untuk musim haji 2012. Tergetnya adalah mendapatkan tambahan sebanyak 30 ribu dari 211 ribu orang yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia.

"Tahun lalu kita dapat tambahan 10 ribu, jadi yang berangkat 221 ribu. Sekarang kita usahakan 30 ribu, nanti dikasihnya berapa itu terserah," ujar Menag Suryadharma Ali, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Menag menjelaskan, bukan perkara mudah memperjuangkan kuota dasar jumlah calon jamaah haji yang bisa diberangkatkan. Keputusan akhir berada di tangan pemerintah Saudi Arabia merujuk hasil kesepakatan sidang konvensi negara-negara Islam.

Pemerintah RI selalu mengusahakan penambahan jumlah kuota meski ada saja calon jamaah haji yang terpaksa harus antri bertahun-tahun untuk bisa diberangkatkan. Tapi kuota dasar sebanyak 211 ribu orang merupakan hasil kerja yang luar biasa dan tiap tahun selalu ada penambahan dalam jumlah signifikan.

"Jadi ada aturannya, jangan dibilang pemerintah membiarkan antrean terlalu panjang. Pemerintah sudah sangat cerewet kepada Arab Saudi supaya memberi kuota lebih banyak," tegas Menag. Sekadar diketahui, saat ini antrean haji mencapai 1 juta lebih. Butuh waktu antre 3-7 tahun untuk naik haji.

(lh/nrl)
sumber: http://news.detik.com

Ada Kemungkinan Ongkos Haji Naik

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan adanya kemungkinan kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). “Tanda-tanda naik itu memang ada,” katanya saat ditemui, Senin (12/3). Tetapi, ia belum bisa memastikan keputusan tersebut karena masih dalam pembahasan antara pemerintah dan DPR.

Ia menjelaskan kemungkinan kenaikan itu didasari oleh beberapa faktor utama. Pertama, terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2012 lebih lemah dibandingkan 2011.

Jika pada tahun lalu, nilai tukarnya ber kisar Rp 8.200-Rp 8.300, saat ini sudah melebihi Rp 9.000. Kedua, terkait dengan harga minyak mentah yang juga ikut meroket.

Sebagai perbandingan, lanjut Suryadharma, pada 2011 harga minyak mentah hanya berkisar 60-80 dolar AS per barel. Sekarang, harganya sudah mencapai 120 dolar AS per barel. “Biaya itu juga mengikuti harga penerbangan karena avtur itu mengikuti harga minyak dunia,” katanya. Sedangkan faktor ketiga berhubungan dengan sewa pemondokan jamaah haji yang terus meningkat.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Slamet Riyanto, belum bersedia mengomentari seputar rencana kenaikan ongkos haji. Ia mengatakan, saat ini masalah BPIH masih dalam pembahasan. Naik atau tidaknya BPIH sangat ditentukan faktor global. Menurut dia, sekitar 54 persen BPIH berasal dari biaya penerbangan, sisanya biaya operasional jamaah di Arab Saudi.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan BPIH secara sepihak. Kebijakan menaikkan atau menurunkan BPIH sangat bergantung pada faktor ekonomi dan politik dalam ataupun luar negeri. Saat harga minyak dunia mengalami kenaikan, tentu ada evaluasi.

Ketua Komisi VIII DPR, Ida Fauziah, meminta Kementerian Agama tak membuat BPIH tahun ini menjadi lebih mahal. “Kalau bisa turun kenapa harus dinaikkan.” Ia mengaku sejauh ini DPR masih membahas usulan BPIH dengan Kemenag, Kementerian Perhubungan, dan beberapa maskapai penerbangan yang akan mengangkut jamaah haji.

Ia menambahkan, bila keinginan menetapkan BPIH lebih tinggi bertujuan membatasi antrean calon jamaah haji yang kian panjang, itu sangat tidak efektif. Sebab, berapa pun yang harus mereka bayar tak membuat minat orang Indonesia pergi ke Tanah Suci mengendur.

Sumber: Republika
ed: ferry kisihandi

 

Himpuh Tolak Tarif Penerbangan Umrah

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

JAKARTA -- Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), organisasi biro perjalanan umrah dan haji khusus terbesar di Indonesia, memprotes kebijakan maskapai Garuda Indonesia yang menaikkan tarif penerbangan untuk musim umrah 2012. Himpuh berencana untuk menarik semua dana deposit yang telah disetor dan akan menjajaki maskapai yang lebih murah.

"Kondisi harga penerbangan yang tidak reasonable ini tak pernah terjadi pada musim umrah sebelumnya. Ini membuat kami sangat terkejut", ujar Ketua Umum Himpuh Baluki Ahmad di Jakarta, Rabu (21/12). Menurut dia, tarif yang ditetapkan Garuda untuk penerbangan langsung ke Jeddah pada Februari 2012, nilainya mencapai 1.280 dolar AS.

Padahal, tarif yang dipatok maskapai lainnya masih di bawah level 1.000 dolar AS. Menurut Juli Fauza, ketua Bidang Transportasi dan Akomodasi Himpuh, maskapai Singapore Airlines shanya mematok harga 995 dolar AS. Sedangkan, maskapai Batavia, nilainya sebesar 907 dolar AS. Sedangkan, penerbangan tak lang sung, seperti Kuwait Airways, harganya 888 dolar AS.

"Besok, kita akan melakukan pertemuan dengan pihak Qatar (Airways), Etihad, dan Kuwait (Airways)", papar Juli. Himpuh sangat tak mengerti alasan yang digunakan maskapai pelat merah itu untuk menaikkan tarif penerbangan umrah. Padahal, kata dia, penerbangan ke Jeddah itu hanya membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Sementara, penerbangan ke Eropa yang memakan waktu selama 16 jam masih 900 dolar AS. "Mengapa ke Timur Tengah bisa lebih mahal?" tanyanya.

Baluki mengatakan, Himpuh sudah melaku kan pertemuan dengan pihak Garuda untuk membahas masalah itu. Pertemuan itu, kata dia, telah dilakukan di Halim. Bahkan, surat res mi juga sudah dilayangkan. "Tapi, sampai sekarang belum ada jawaban".

Kepala Humas Garuda Indonesia Pujobroto menyatakan, penumpang Garuda mendapatkan beberapa keuntungan yang belum tentu didapat kan dari maskapai lain. Di antaranya, jumlah bagasi bisa mencapai 40 kilogram dari sebe lumnya 30 kilogram. Setiap jamaah umrah juga akan mendapatkan air zamzam. "Selain itu, setiap agen yang memberangkatkan 30 jamaah akan mendapatkan satu kursi gratis".

Menurutnya, Garuda Jakarta-Jeddah terbang tanpa transit. Hal ini akan menguntungkan jamaah dalam hal waktu tempuh. ed: heri ruslan

Sumber: http://koran.republika.co.id

Meski Persiapan Mepet, Pelaksanaan Haji 2011 Berjalan Baik

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

Jeddah (MCH)-Rencana penyelenggaraan haji tahun ini (2011), waktunya memang cukup mepet, namun dalam pelaksanaannya bejalan cukup baik. Untuk itu, diharapkan tahun yang akan datang hendaknya dapat dipersiapkan lebih awal mengingat banyak pondokan di sekitar Masjidil Haram, Makkah Al Mukarromah yang akan dibongkar.

"Jadi, untuk mengantisipasi agar jemaah tetap menempati pemondokan seperti tahun ini yang tidak terlalu jauh dari Masjidil Haram, maka negosiasinya harus sudah dimulai sejak awal,� kata Wakil Ketua I Bidang Pelayanan Umum dan Bimbingan Ibadah PPIH Arab Saudi 1432 H/2011 M, H Subhan Cholid, Lc di Jeddah, Rabu (7/12).

Apa yang disampaikan Subhan tersebut sangat beralasan mengingat negara-negara lain yang memerlukan pondokan bagi jemaahnya tahun depan, saat ini sudah mulai melakukan inventarisasi dan pendekatan terhadap pemilik pemondokan. Langkah itu dilakukan agar memperoleh tempat yang tidak terlalu jauh dengan Masjidil Haram.

Memang, lanjut Subhan, untuk jemaah Indonesia tahun ini telah mendapatkan tempat yang jaraknya paling jauh 2.000 meter. "Itu lebih baik dari pemondokan tahun lalu yang jaraknya di atas 2.000 meter dari Masjidil Haram. Untuk tahun depan mudah-mudahan tetap bertahan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Ibadah Haji Kementerian Agama (Kemenag) Zainal Abidin Supi mengatakan, pemondokan bagi jemaah haji tahun depan akan diperbaiki. Meski, dalam kenyataannya tahun ini letaknya cukup bagus dari tahun sebelumnya.

"Tapi, kalau bisa kita usahakan untuk memperpendek jarak ke Masjidil Haram. Mudah-mudahan Allah memberi kemudahan," tutur Supi

Ia menambahkan, untuk tahun ini jemaah yang menempati pondokan di sekitar Bakhutmah sekitar 70 ribu lebih. "Ini karena kita memang lebih cepat mengambil pondokan di sekitar itu dari negara lain" kata Supi seraya berharap, tahun depan kawasan Bakhutmah bisa dipertahankan.

Subhan menjelaskan, perluasan Masjdil Haram sampai saat ini terus dilakukan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Dampaknya, perluasan itu akan menggusur pondokan-pondokan di sekitar Masjdil Haram.

"Untuk itu berbagai antisipasi harus dilakukan mulai saat ini, agar jemaah haji Indonesia memeroleh pondokan sesuai yang diinginkan," kata Subhan sambil menambahkan, pihaknya mengatakan demikian karena ada sebagian jemaah haji Indonesia yang menginginkan pondokannya sangat dekat dengan Masjidil Haram meski kondisi pondokannya tidak bagus.

Sebaliknya, ada juga jemaah yang mengatakan tidak keberatan pondokannya jauh dari Masjidil Haram, asalkan disiapkan kendaraan angkutan bus. "Menghadapi hal itu, kami berusaha memberikan pelayanan kepada jemaah haji secara optimal," kata Subhan. (Syaifullah Hadmar)

 

Sumber: http://www.kemenag.go.id


 

Jamaah Haji Wafat Bukan Tolak Ukur Pelayanan Haji

Selasa, 12 Desember 2017 22:49

Jeddah (MCH)- Wakil Ketua PPI Bidang Pelayanan Umum dan Ibadah Haji, Subhan Cholid, membantah pelayanan haji gagal disebabkan banyaknya jamaah haji yang wafat pada tahun ini ketimbang tahun lalu.

Menurutnya, hal tersebut tidak menjadi tolak ukur. Karena mengenai hidup mati seseorang, apalagi jamaah haji merupakan kehendak Yang Maha Kuasa.

"Bisa saja orang tetap hidup, meski tidak ada dokter; tapi juga bisa seseorang meninggal dunia, meski dikelilingi banyak dokter. Jadi, tidak bisa diukur dengan banyak atau sedikitnya orang yang meninggal dunia," katanya, saat berbincang dengan wartawan di kediamannya.

Menurutnya, yang menjadi tolak ukur adalah bagaimana mutu pelayanan jamaah haji setiap tahunnya terus meningkat. Dia mencontohkan, salah satunya adalah pada tahun ini jarak pemondokan jamaah haji ke Masjidil Haram dan Masjidi Nabawi semakin dekat.

Di Makkah, pemondokan jamaah haji paling jauh 2.500 meter dari Masjidil Haram. Di atas 2 kilometer mendapatkan pelayanan transportasi, bahkan saat peninjauan menteri memerintahkan agar bus juga diadakan untuk di bawah 2 kilometer, sehingga hampir seratus persen dilayani dengan transportasi.

Begitu juga di Madinah, pemondokan jamaah haji sudah berada di kawasan markajiyah atau 600 meter dari Masjid Nabawi.

Menurut data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga pukul Dari data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pukul 23.30 WAS atau 03.30 WIB, Rabu (6/12/2011), jamaah haji wafat mencapai 486 orang. Jamaah haji wafat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) sebanyak 73 orang, perjalanan 22 orang, sektor BPHI 20 orang, masjid 9 orang, dan pesawat 3 orang.

Sedangkan dua lokasi wafat terbanyak berada di rumah sakit Arab Saudi (RSAS) dan pemondokan, di RSAS sebanyak 209 orang dan di pemondokan 150 orang. (Syukri)

Sumber: http://www.kemenag.go.id

PEMBAYARAN

Pembayaran ke Rekening PT. DIAN NUSA INSANI
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) KC WARUNG BUNCIT
7000 366 816/US Dollar -- 7000 366 808/Rupiah

Pusat Kajian Hadis

PUSAT KAJIAN HADIS
Oleh
DR. A. Lutfi Fathullah, MA

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Mutiara Hadits

 

Dari Abu Hurairah ra:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: "Berumrah dari satu umrah ke umrah selanjutnya merupakan pengampunan dosa antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang layak kecuali surga".
 

Insani Ym


Info Insani

Marketing Insani


Kami memiliki 91 Tamu online

Kajian Hadits

METODE BELAJAR INTERAKTIF
HADIS & ILMU HADIS

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami.