1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Insani Berita

13.600 Jemaah Haji Khusus Belum Pegang Visa, Ini Penyebabnya

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

title 

Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama menanggapi belum adanya satupun visa untuk 13.600 jemaah haji khusus.

Menurut Direktur Jenderal PHU Kemenag, Abdul Djamil, Rabu 26 Agustus 2015, proses penyelesaian visa calon haji khusus ini sangat bergantung pada travel Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

"Mereka yang meng-input data-data pada aplikasi e-hajj," ujar Abdul Djamil, Rabu 26 Agustus 2015.

PIHK secara langsung meng-input sendiri nama hotel, transportasi yang digunakan, transportasi armina dan lainnya dalam aplikasi e-hajj. Karena mereka telah melakukan kontrak dengan muasasah atau badan yang mengurusi haji Arab Saudi.

Kementerian Agama hanya membantu proses aktivasi e-hajj. Itu pun setelah PIHK selesai melakukan input data. Setelah ada surat persetujuan dari Muassasah Arab Saudi, proses visa dapat dilakukan.

Sementara  itu, menurut Kasubdit Penyelenggara Haji Khusus Iwan Dartiwan, hingga saat ini baru 10 PIHK yang sudah menyerahkan surat pengantar persetujuan dari Muassasah Arab Saudi. Kemenag akan memproses visa jemaah 10 PIHK tersebut ke Kedutaan Besar Saudi Arabia. 

"Untuk PIHK lain masih menunggu surat persetujuan dari Muasaah Arab Saudi yang akan diserahkan langsung oleh PIHK," kata Iwan. (ase)

 

sumber :  nasional.news.viva.co.id

Visa Belum Keluar, Penyelenggara Haji Khusus Resah

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

title 

Penyelenggara haji khusus mendesak Kementerian Agama untuk segera menyelesaikan permasalahan visa haji khusus yang hingga hari ini belum keluar. Keterlambatkan pemberangkatan haji khusus dipastikan akan sangat merugikan penyelenggara.

"Kami hari ini akan ke Kemenag untuk mendesak agar data jemaah bisa diproses hari ini atau paling lambat besok. Ini dengan harapan tetap bisa berangkat hari Senin," kata Sekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Muharom Ahmad kepada VIVA.co.id, Rabu 26 Agustus 2015.  

Menurut Muharom, keterlambatan visa akan menjadi masalah besar. Travel misalnya, akan kehilangan satu kali perjalanan yang akan berdampak dan menyebabkan permasalahan lain.

"Ini sangat big problem karena tiket pesawat akan hangus. Kalau ini terjadi, belum tentu akan dapat tiket hari berikutnya. Berbeda dengan haji reguler yang telah melakukan kontrak sepenuhnya dengan Garuda dan pesawat lain," katanya.

Pada musim haji 2015, jumlah jemaah haji khusus mencapai 13.600 orang dan diberangkatkan oleh sekitar 160 panitia penyelenggara. Pemerintah diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ini. Selain itu, permasalahan ini diharapkan tidak terulang lagi di tahun yang akan datang.

 

sumber : nasional.news.viva.co.id

13.600 Jemaah Haji Khusus Belum Dapat Visa

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

title 

Permasalahan besar akan dihadapi penyelenggara haji khusus karena visa haji khusus hingga hari ini belum ada satu pun yang keluar. Pada musim haji 2015 ini, jumlah jemaah haji khusus mencapai 13.600 orang dan diberangkatkan oleh sekitar 160 panitia penyelenggara.

"Memang benar sampai hari ini belum ada visa untuk haji khusus yang keluar. Ini akan menjadi masalah besar karena haji khusus sudah mulai berangkat hari Senin, 31 Agustus 2015," kata Sekjen Himpunan Umrah dan Haji (HIMPUH), Muharom Ahmad, kepada VIVA.co.id, Rabu 26 Agustus 2015.

Menurut Muharom, permasalahan ini tidak bisa dianggap enteng dan harus segera diselesaikan. Banyak masalah yang akan dihadapi penyelenggara haji khusus bila visa tidak keluar tepat waktu.

"Jadi masalahnya hari kerja tinggal Kamis dan Jumat. Kalau Jumat tidak diproses, kecil kemungkinan visa keluar dan jemaah yang akan terbang pada hari Senin pasti gagal berangkat," kata Muharom Ahmad.

Permasalahan yang dihadapi haji khusus berbeda dengan haji reguler yang bisa berangkat cepat saat visa sudah didapatkan karena ditangani pemerintah. Sementara haji khusus harus mengurus tiket dan akomodasi secara biasa. Bila ada keterlambatan akan mempengaruhi instrumen lain seperti akomodasi, katering dan lainnya. (one)

 

sumber : nasional.news.viva.co.id 

Menteri Agama: Kuota Haji 2016 Akan Kembali Normal

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

title 

Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan kuota haji Indonesia akan kembali normal pada penyelenggaraan ibadah haji 1437 Hijriyah atau 2016. Sebab, Raja dan jajaran Pemerintah Arab Saudi berkomitmen untuk menuntaskan pembangunan perluasan Masjidil Haram sebelum musim haji tahun depan.

"Saya mendapati komitmen yang amat kuat bahwa Raja dan seluruh jajaran Pemerintah Arab Saudi bertekad tuntaskan pembangunan perluasan Masjidil Haram sebelum Musim Haji 2016. Kuota Haji 2016 akan dikembalikan normal," ujar Menteri Lukman dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (15/7/2015).

Menag sendiri bertolak ke Arab Saudi pada Sabtu (11/07) lalu untuk melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak-pihak terkait dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1436 Hijriyah atau 2015 di Jeddah, Makkah, dan Madinah. Seperti dengan Muassasah Asia Tenggara dan termasuk dengan Menteri Haji Arab Saudi.

Ikut mendampingi Menag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M Jasin, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, dan jajaran Staf Teknik Urusan Haji (TUH) Indonesia yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.

"Tempat tawaf yang saat ini hanya mampu menampung 48 ribu jamaah perjam, tahun depan akan menjadi 150 ribu jamaah perjam. Perluasan itu demi untuk kenyamanan jamaah," kata Lukman.

Kuota normal jamaah haji Indonesia berjumlah 211.000 orang, terdiri dari 194.000 kuota jamaah haji reguler dan 17.000 kuota jamaah haji khusus. Karena ada kebijakan pemotongan kuota sebesar 20% untuk seluruh negara pengirim jamaah haji, sejak tahun 2013 kuota jamaah haji Indonesia menjadi 168.800. Itu terdiri dari 155.200 kuota haji reguler dan 13.600 kuota haji khusus.

Sehubungan dengan selesainya perluasan Masjidil Haram, kuota jamaah haji Indonesia akan kembali menjadi 211.000 pada musim haji 2016.


(jor/jor)

sumber : news.detik.com 

Inna lillahi wa inna ilayhi raji'un

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

title 
 



Seluruh Jajaran Direksi dan Staf Pt. Dian Nusa Insani

turut berduka cita sedalam-dalamnya

atas meninggalnya

 

Bapak H. Harun Hamidin

( Mertua dari Bapak Adi Ujang Sueb Yahya )

 

Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT

dan mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya di sisi Allah SWT.

Dan kepada keluarga yang ditinggalkan,

diberikan ketabahan dan kesabaran

serta kekuatan lahir dan batin

aamiin 

Waspada, Banyak Travel Umroh Ilegal

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

MAKASSAR - Travel umroh ilegal banyak beroperasi di Sulsel. Mereka tidak mengantongi surat izin dari Kementerian Agama (Kemenag), baik yang beroperasi di Kota Makassar maupun di daerah-daerah lain.

"Hampir 100 travel umroh tidak memiliki izin beroperasi di Sulsel," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Abdud Wahid Thahir, di dampingi Iskandar Fellang, Kabid Penyelenggaran Umroh dan Haji saat ditemui di ruangannya di kantor wilayah, Jumat, (8/5/2015).

Abdul Wahid menegaskan pihaknya tidak ikut bertanggungjawab jika travel umroh ilegal tersebut bermasalah, merugikan calon jamaah umroh.

Adapun travel umroh yang resmi di Sulsel dan mengantongi surat izin sebanyak 21 travel dan tujuh travel lain yang berstatus perwakilan di Sulsel karena pusatnya ada di Jakarta. Rata-rata travel ini memberangkatkan calon jamaah 4 ribu hingga 6 ribu orang per bulan berasal dari 24 kabupaten-kota di Sulsel.

Antara lain belitan masalah pada travel umroh baik yang resmi maupun yang tidak resmi atau illegal adalah, calon jamaah tidak diberangkatkan hingga berbulan-bulan lamanya. Hal itu tidak sesuai kontrak ketika semua nilai pembayaran telah dipenuhi.

Seperti yang terjadi pada travel umroh Diva Sakinah. Saat ini travel tersebut diproses di Polrestabes Makassar setelah dilaporkan oleh calon jamaah pelanggannya. Lantaran, sesuai kesepakatan sedianya calon jamaah ini diberangkatkan sejak 18 Januari lalu namun hingga awal bulan Mei ini, kurang lebih 200 calon jamaah umroh tersebut belum ada tanda-tanda akan diberangkatkan.

"Selain menelantarkan calon jamaah, berdasarkan laporan yang masuk, travel umroh Diva Sakinah ini juga mengingkari kesepakatan yang lain yakni tidak menyiapkan fasilitas seperti yang tercantum dalam lembar kesepakatan padahal calon jamaah sudah membayar mahal hingga Rp28 juta," jelas Abdul Wahid.

Berdasarkan instruksi Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifuddin, travel-travel nakal ini harus siap berhadapan dengan penegak hukum. "Kita tidak ada kewenangan mengeksekusi travel bermasalah karena belum ada payung hukum jadi semua diserahkan ke proses hukum dan kita ikut andil memberi data saja," tandasnya. (ang)

(fmi)

sumber : http://news.okezone.com

Dirjen PHU: Jangan Sampai Ada Kuota Haji Tersisa

Selasa, 12 Desember 2017 22:50

Jakarta (Pinmas) —- Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus tahap 3 telah ditutup pada Senin (03/05) dengan masih menyisakan 42 kuota. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Abdul Djamil menegaskan bahwa pelunasan BPIH akan kembali dibuka sampai tidak ada lagi kuota yang tersisa.

“Prinsipnya jangan sampai ada kuota yang tersisa. Tahap berikutnya, akan dibuka lagi, sampai habis,” jelas Abdul Djamil saat ditemui di Kantor Kemenag, Jakarta, Selasa (05/05). 

Kuota jamaah haji khusus tahun 1436H/2015M berjumlah 13.600 orang. Angka ini terdiri dari 12.831 kuota jamaah dan 769 kuota petugas PIHK. Pelunasan BPIH Khusus tahap 1 yang ditutup pada Kamis (02/04) lalu menyisakan 1.568 jemaah haji khusus yang belum melakukan pelunasan. Pelunasan tahap 2 ditutup pada Jumat (17/04) dengan menyisakan 255 kuota.

Pelunasan tahap 3 yang disebut juga sebagai pelunasan sisa kuota nasional dibuka sejak 27 April lalu dengan sisa kuota jamaah haji khusus berjumlah 255. Ditutup Senin sore kemarin, masih ada 42 kuota jamaah haji yang belum dilunasi.

Tahapan pelunasan Sisa Kuota Nasional ini akan kembali dibuka agar bisa diisi oleh para jamaah dengan memprioritaskan bagi jamaah yang belum pernah menunaikan ibadah haji sesuai dengan urutan nomor porsi berikutnya dalam database Siskohat.

Menurut Abdul Djamil, pembukaan tahapan pelunasan berikutnya memang masih sangat dimungkinkan karena penyelenggaraan ibadah haji masih lama. Kuota yang diberikan Arab Saudi sebenarnya sangat terbatas, sehingga antrian begitu panjang. Karenanya, menurut Djamil, sangat ironis kalau kuota yang ada itu disia-siakan. “Kan masih panjangan waktunya. Prinsipnya pemenuhan kuota,” tegas Djamil. (arief&mkd/mkd)

 

Sumber : http://www.kemenag.go.id

 

PEMBAYARAN

Pembayaran ke Rekening PT. DIAN NUSA INSANI
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) KC WARUNG BUNCIT
7000 366 816/US Dollar -- 7000 366 808/Rupiah

Pusat Kajian Hadis

PUSAT KAJIAN HADIS
Oleh
DR. A. Lutfi Fathullah, MA

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Mutiara Hadits

 

Dari Abu Hurairah ra:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: "Berumrah dari satu umrah ke umrah selanjutnya merupakan pengampunan dosa antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang layak kecuali surga".
 

Insani Ym


Info Insani

Marketing Insani


Kami memiliki 92 Tamu online

Kajian Hadits

METODE BELAJAR INTERAKTIF
HADIS & ILMU HADIS

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami.