1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
Image 1

Umrah Reguler 9 Hari

Ajak keluarga dan kerabat anda berjumpa Baitullah, dan berziarah seputar sejarah nabawi.

Flight by SQ, GA, MS

Umrah Plus Cairo & Aqsa

Produk islami dari kami untuk anda, pertebal keimanan dengan mengunjungi pusat-pusat sejarah keislaman diseluruh penjuru dunia

Flight by SQ, GA, MS

Haji Khusus/Plus Musim 2010 M - 1431 H


QUARD   - USD 6.600
TRIPLE    - USD 7.500
DOUBLE - USD 8.350

Artikel Terkini

  • Vaksin Meningitis Halal Sudah Didistribusikan -

    Pemerintah telah menyalurkan vaksin meningitis ke daerah. Hingga 31 Juli, tak kurang 10 provinsi telah menerima pasokan vaksin meningitis produksi Novartis yang dicap halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sri Indrawati, mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan dengan Novartis dilakukan pada Senin (30/8). "Hari ini mulai dikirim ke daerah," kata Sri kepada wartawan, Selasa (31/8). Pihaknya saat ini lebih memprioritaskan daerah yang jauh. "Kalimantan dan Sulawesi sudah kami kirim hari ini," lanjut perempuan berjilbab itu.

    Untuk daerah yang dekat dengan Jakarta, pengirimannya akan dilakukan kemudian. Kemenkes mencatat, tahun ini total dibutuhkan 224 ribu dosis vaksin. Sri mengatakan, setiap dosisnya, Novartis mematok Rp 236 ribu. "Itu sudah termasuk penambahan 10 ribu kuota jamaah," paparnya. Head of Commercial Novartis, Joko Murdianto, mengatakan, saat ini pihaknya telah menyalurkan sebagian besar pasokan vaksin. "Saat ini sudah 214.415 dosis," kata Joko kepada wartawan di kantornya. Pengiriman itu, kata Joko, dilakukan selama tiga tahap. "Untuk yang 10 ribu penambahan kuota kita kirim hari ini. Mudah-mudahan dua hari sudah sampai," jelasnya.

    Pihak Novartis pun mulai membuka diri terhadap publik. Salah satunya adalah menunjukkan kepada publik tumpukan boks vaksin meningitis yang ada di gudang Novartis di Jakarta. Humas Novartis, Wanda Harahap mengatakan, harga yang ditetapkan oleh Novartis memang lebih mahal dari vaksin produksi GlaxoSmithKline (GSK). Harga per dosis vaksin GSK adalah Rp 110 ribu. Namun Wanda mengatakan, harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga vaksin Novartis di luar negeri. "Lebih murah hampir 40 sampai 50 persen," katanya. Wanda menyampaikan, vaksin Novartis telah digunakan oleh beberapa negara. Antara lain, Amerika, Pakistan, dan beberapa negara di Eropa. Bahkan dia mengklaim, vaksin tersebut telah memperoleh sertifikasi halal dari Islamic Service of America (MUI-nya Amerika Serikat, red) pada Januari lalu.

    Sumber: http://haji.kemenag.go.id

     

  • Pemerintah Tetapkan Mekanisme Pembagian Kuota Tambahan -

    Pemerintah menetapkan mekanisme pembagian kuota tambahan haji khusus sesuai dengan nomor urut pendaftaran. Menurut Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Ghafur Djawahir, mekanisme tersebut dinilai dekat dengan azas keadilan bagi calon jamaah haji. ”Sepantasnya yang memiliki nomor urut awal didahulukan,” ujar Ghafur di Jakarta, Senin (30/8). Ghafur menjelaskan, pembagian kuota tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 109 2010 dan Peraturan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji Dan Umrah (PIH) No 396 2010. Pemerintah memberikan waktu dua hari untuk pelaksanaan mekanisme ini mulai dari 30-31 Agustus 2010. Apabila dalam dua hari belum mencapai target, lanjut Ghafur, maka kuota tersebut akan diperebutkan secara bebas mulai tanggal 2-3 September.

    Pemerintah optimistis, waktu yang telah diberikan akan menghabiskan total kuota yang ada. Apalagi, diperkirakan hampir rata-rata tiap hari sebanyak 1500 calhaj khusus melakukan pelunasan. Lebih lanjut, Ghafur mengemukakan, pembagian kuota tambahan bagi calhaj reguler ditentukan berdasarkan tahun antrean. Provinsi yang mempunyai daftar antrean panjang mendapat kuota lebih besar. Sebagai contoh, wilayah yang memiliki daftar antrean sepuluh tahun mendapatkan kuota tambahan sebesar 200 kursi. Di antara provinsi yang mendapatkan jatah 200 yaitu Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. “Delapan tahun mendapat sekitar 180 dan paling rendah 2-3 tahun memperoleh 80 kuota tambahan,” imbuh dia. Ghafur menegaskan, tidak ada sistem perebutan dalam haji reguler. Oleh karena itu, waktu pendaftaran akan mulai dibuka kembali pada tanggal 1-6 September atau bersamaan dengan perpanjangan tahap kedua bagi jamaah haji reguler nontambahan.

    Sumber: http://haji.depag.go.id



      

  • Perpres BPIH Ditandatangani -

    Jakarta (MCH). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2010. Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan, Perpres BPIH 2010 tersebut sudah ditandatangani Presiden SBY dua hari lalu. “Sudah diteken Presiden tanggal 26 Juli,” tegas Dipo saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela kunjungan Presiden SBY di Mataram kemarin. Menurut dia, penandatanganan itu dilakukan Presiden setelah menerima berkas dari Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. “Dokumen dikirim malam oleh Menteri Agama dan paginya langsung diteken Presiden,”jelasnya. Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menetapkan BPIH 2010 sebesar USD3.342 atau turun USD80 dari tahun sebelumnya.

    Menag Suryadharma Ali berjanji, penurunan biaya haji ini tidak akan menurunkan tingkat kualitas dan pelayanan ibadah haji. Sebab,menurut dia, pelayanan ibadah haji 2010 ini justru meningkat dari sebelumnya.Peningkatan itu salah satunya adalah pada lokasi pemondokan. Saat ini, ujarnya, sebanyak 123.000 jamaah haji atau sekitar 63% dari total jamaah akan ditempatkan pada ring I di Mekkah yang jaraknya hanya 2 km dari Masjidilharam. Sisanya, yakni sekitar 71.000 jamaah atau 37% ada di ring II yang berjarak 4 km dari Masjidilharam. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan batas waktu satu bulan bagi calon jamaah haji untuk melunasi BPIH tahun 2010.Batas waktu ini ditetapkan setelah Perpres BPIH 2010 ditandatangani Presiden SBY.

    Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Pelayanan Haji Kemenag Cepi Supriyatna mengungkapkan, jika dalam waktu satu bulan belum juga bisa melunasi,Kemenag akan duakalimemberikanperpanjangan waktu.“Untuk jamaah reguler,waktu pelunasan satu bulan.Bila dalam waktu satu bulan tidak bisa melunasi juga,akan kita tambah waktu 7 hari. Bila belum lunas juga, kita tambah lagi 5 hari kerja,”ujarnya. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Ghafur Djawahir mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, batas akhir pelunasan BPIH adalah sebulan setelah perpres diterbitkan.

    Meski demikian,Ghafur menyatakan,pemerintah tetap akan memberikan tenggang waktu seminggu jika terdapat jamaah haji yang belum melunasi BPIH.Pemerintah, ujarnya, akan memberikan dua pilihan kepada jamaah yang belum melunasi BPIH,yakni tetap meneruskan atau menunda ibadah haji sampai batas waktu yang ditentukan.“Tahun ini memang agak telat, tetapi tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah haji,” tandasnya. (*) 

    Sumber: informasihaji



     

  • Jemaah Harap Bersedia Divaksin -

    Jakarta (MCH). Dinas Kesehatan Kota Surakarta berharap calon jemaah haji asal Surakarta tidak lagi menolak pemberian vaksin meningitis. Tahun lalu terdapat dua calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran menolak pemberian vaksin tersebut.

    Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Titik Kadarsih berjanji akan memberikan vaksin yang telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia. "Vaksin itu halal karena tidak mengandung enzim babi," kata Titik.

    Menurut Titik, tahun lalu terdapat dua calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran menolak pemberian vaksin meningitis. Vaksin yang diberikan tahun lalu merupakan vaksin produksi Belgia. "Padahal vaksin tersebut wajib diberikan kepada setiap orang yang hendak pergi ke luar negeri," kata Titik.

    Sedangkan mulai tahun ini, mereka akan memberikan vaksin meningitis produksi China dan Italia yang telah dinyatakan halal. Dia berharap dengan penggantian vaksin tersebut tidak ada lagi calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran masalah vaksin. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum menerima kiriman vaksin tersebut dari pemerintah pusat. Menurutnya, kiriman vaksin tersebut biasanya datang menjelang pemberangkatan jemaah haji. "Kami tidak perlu repot menyimpannya," kata Titik. Penyimpanan vaksin tersebut menurutnya memerlukan perlakukan khusus karena harus disimpan dalam suhu tertentu.

    Tahun lalu, jumlah jemaah haji asal Surakarta yang berangkat mencapai 1.015 orang. Tahun ini, diperkirakan jumlah jemaah asal Surakarta yang berangkat tidak mencapai 700 orang. (*)

    Sumber: informasihaji

Insani Berita

Vaksin Meningitis Halal Sudah Didistribusikan

Selasa, 07 September 2010 16:05

Pemerintah telah menyalurkan vaksin meningitis ke daerah. Hingga 31 Juli, tak kurang 10 provinsi telah menerima pasokan vaksin meningitis produksi Novartis yang dicap halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dirjen Bina Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Sri Indrawati, mengatakan, penandatanganan kontrak pengadaan dengan Novartis dilakukan pada Senin (30/8). "Hari ini mulai dikirim ke daerah," kata Sri kepada wartawan, Selasa (31/8). Pihaknya saat ini lebih memprioritaskan daerah yang jauh. "Kalimantan dan Sulawesi sudah kami kirim hari ini," lanjut perempuan berjilbab itu.

Untuk daerah yang dekat dengan Jakarta, pengirimannya akan dilakukan kemudian. Kemenkes mencatat, tahun ini total dibutuhkan 224 ribu dosis vaksin. Sri mengatakan, setiap dosisnya, Novartis mematok Rp 236 ribu. "Itu sudah termasuk penambahan 10 ribu kuota jamaah," paparnya. Head of Commercial Novartis, Joko Murdianto, mengatakan, saat ini pihaknya telah menyalurkan sebagian besar pasokan vaksin. "Saat ini sudah 214.415 dosis," kata Joko kepada wartawan di kantornya. Pengiriman itu, kata Joko, dilakukan selama tiga tahap. "Untuk yang 10 ribu penambahan kuota kita kirim hari ini. Mudah-mudahan dua hari sudah sampai," jelasnya.

Pihak Novartis pun mulai membuka diri terhadap publik. Salah satunya adalah menunjukkan kepada publik tumpukan boks vaksin meningitis yang ada di gudang Novartis di Jakarta. Humas Novartis, Wanda Harahap mengatakan, harga yang ditetapkan oleh Novartis memang lebih mahal dari vaksin produksi GlaxoSmithKline (GSK). Harga per dosis vaksin GSK adalah Rp 110 ribu. Namun Wanda mengatakan, harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga vaksin Novartis di luar negeri. "Lebih murah hampir 40 sampai 50 persen," katanya. Wanda menyampaikan, vaksin Novartis telah digunakan oleh beberapa negara. Antara lain, Amerika, Pakistan, dan beberapa negara di Eropa. Bahkan dia mengklaim, vaksin tersebut telah memperoleh sertifikasi halal dari Islamic Service of America (MUI-nya Amerika Serikat, red) pada Januari lalu.

Sumber: http://haji.kemenag.go.id

 

Pemerintah Tetapkan Mekanisme Pembagian Kuota Tambahan

Selasa, 07 September 2010 16:05

Pemerintah menetapkan mekanisme pembagian kuota tambahan haji khusus sesuai dengan nomor urut pendaftaran. Menurut Sekretaris Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Ghafur Djawahir, mekanisme tersebut dinilai dekat dengan azas keadilan bagi calon jamaah haji. ”Sepantasnya yang memiliki nomor urut awal didahulukan,” ujar Ghafur di Jakarta, Senin (30/8). Ghafur menjelaskan, pembagian kuota tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 109 2010 dan Peraturan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Ibadah Haji Dan Umrah (PIH) No 396 2010. Pemerintah memberikan waktu dua hari untuk pelaksanaan mekanisme ini mulai dari 30-31 Agustus 2010. Apabila dalam dua hari belum mencapai target, lanjut Ghafur, maka kuota tersebut akan diperebutkan secara bebas mulai tanggal 2-3 September.

Pemerintah optimistis, waktu yang telah diberikan akan menghabiskan total kuota yang ada. Apalagi, diperkirakan hampir rata-rata tiap hari sebanyak 1500 calhaj khusus melakukan pelunasan. Lebih lanjut, Ghafur mengemukakan, pembagian kuota tambahan bagi calhaj reguler ditentukan berdasarkan tahun antrean. Provinsi yang mempunyai daftar antrean panjang mendapat kuota lebih besar. Sebagai contoh, wilayah yang memiliki daftar antrean sepuluh tahun mendapatkan kuota tambahan sebesar 200 kursi. Di antara provinsi yang mendapatkan jatah 200 yaitu Aceh, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. “Delapan tahun mendapat sekitar 180 dan paling rendah 2-3 tahun memperoleh 80 kuota tambahan,” imbuh dia. Ghafur menegaskan, tidak ada sistem perebutan dalam haji reguler. Oleh karena itu, waktu pendaftaran akan mulai dibuka kembali pada tanggal 1-6 September atau bersamaan dengan perpanjangan tahap kedua bagi jamaah haji reguler nontambahan.

Sumber: http://haji.depag.go.id



  

Perpres BPIH Ditandatangani

Selasa, 07 September 2010 16:05

Jakarta (MCH). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2010. Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan, Perpres BPIH 2010 tersebut sudah ditandatangani Presiden SBY dua hari lalu. “Sudah diteken Presiden tanggal 26 Juli,” tegas Dipo saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela kunjungan Presiden SBY di Mataram kemarin. Menurut dia, penandatanganan itu dilakukan Presiden setelah menerima berkas dari Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali. “Dokumen dikirim malam oleh Menteri Agama dan paginya langsung diteken Presiden,”jelasnya. Sebelumnya, pemerintah dan DPR telah menetapkan BPIH 2010 sebesar USD3.342 atau turun USD80 dari tahun sebelumnya.

Menag Suryadharma Ali berjanji, penurunan biaya haji ini tidak akan menurunkan tingkat kualitas dan pelayanan ibadah haji. Sebab,menurut dia, pelayanan ibadah haji 2010 ini justru meningkat dari sebelumnya.Peningkatan itu salah satunya adalah pada lokasi pemondokan. Saat ini, ujarnya, sebanyak 123.000 jamaah haji atau sekitar 63% dari total jamaah akan ditempatkan pada ring I di Mekkah yang jaraknya hanya 2 km dari Masjidilharam. Sisanya, yakni sekitar 71.000 jamaah atau 37% ada di ring II yang berjarak 4 km dari Masjidilharam. Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) memberikan batas waktu satu bulan bagi calon jamaah haji untuk melunasi BPIH tahun 2010.Batas waktu ini ditetapkan setelah Perpres BPIH 2010 ditandatangani Presiden SBY.

Kasubdit Pendaftaran Haji Direktorat Pelayanan Haji Kemenag Cepi Supriyatna mengungkapkan, jika dalam waktu satu bulan belum juga bisa melunasi,Kemenag akan duakalimemberikanperpanjangan waktu.“Untuk jamaah reguler,waktu pelunasan satu bulan.Bila dalam waktu satu bulan tidak bisa melunasi juga,akan kita tambah waktu 7 hari. Bila belum lunas juga, kita tambah lagi 5 hari kerja,”ujarnya. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Ghafur Djawahir mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, batas akhir pelunasan BPIH adalah sebulan setelah perpres diterbitkan.

Meski demikian,Ghafur menyatakan,pemerintah tetap akan memberikan tenggang waktu seminggu jika terdapat jamaah haji yang belum melunasi BPIH.Pemerintah, ujarnya, akan memberikan dua pilihan kepada jamaah yang belum melunasi BPIH,yakni tetap meneruskan atau menunda ibadah haji sampai batas waktu yang ditentukan.“Tahun ini memang agak telat, tetapi tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah haji,” tandasnya. (*) 

Sumber: informasihaji



 

Jemaah Harap Bersedia Divaksin

Selasa, 07 September 2010 16:05

Jakarta (MCH). Dinas Kesehatan Kota Surakarta berharap calon jemaah haji asal Surakarta tidak lagi menolak pemberian vaksin meningitis. Tahun lalu terdapat dua calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran menolak pemberian vaksin tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Titik Kadarsih berjanji akan memberikan vaksin yang telah dinyatakan halal oleh Majelis Ulama Indonesia. "Vaksin itu halal karena tidak mengandung enzim babi," kata Titik.

Menurut Titik, tahun lalu terdapat dua calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran menolak pemberian vaksin meningitis. Vaksin yang diberikan tahun lalu merupakan vaksin produksi Belgia. "Padahal vaksin tersebut wajib diberikan kepada setiap orang yang hendak pergi ke luar negeri," kata Titik.

Sedangkan mulai tahun ini, mereka akan memberikan vaksin meningitis produksi China dan Italia yang telah dinyatakan halal. Dia berharap dengan penggantian vaksin tersebut tidak ada lagi calon jemaah haji yang mengundurkan diri lantaran masalah vaksin. Hanya saja, hingga saat ini pihaknya belum menerima kiriman vaksin tersebut dari pemerintah pusat. Menurutnya, kiriman vaksin tersebut biasanya datang menjelang pemberangkatan jemaah haji. "Kami tidak perlu repot menyimpannya," kata Titik. Penyimpanan vaksin tersebut menurutnya memerlukan perlakukan khusus karena harus disimpan dalam suhu tertentu.

Tahun lalu, jumlah jemaah haji asal Surakarta yang berangkat mencapai 1.015 orang. Tahun ini, diperkirakan jumlah jemaah asal Surakarta yang berangkat tidak mencapai 700 orang. (*)

Sumber: informasihaji

Presiden SBY Umrah

Selasa, 07 September 2010 16:05

Jakarta (MCH). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis, 1 Juli hari ini mengakhiri kunjungan kerjanya di Istambul, Turki, dan langsung bertolak menuju Jeddah, Arab Saudi untuk melakukan umrah.

Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan akan bertolak dari Istanbul, Kamis, pukul 10:00 waktu setempat atau 14:00 wib.

Rencananya Presiden akan melakukan ibadah umrah di Mekkah pada hari Kamis dan Jumat ini dan kemudian ke Madinah hari Sabtu, 3 Juli. Saat di madinah itu Presiden dijadwalkan melakukan telekonference pembukaan Muktamar dan peringatan Satu Abad Muhammadiyah.

Selasa lalu, Presiden SBY berbicara di depan 800 pengusaha Turki dan atas undangan pemerintah Turki meninjau pariwisata di Teluk Bosporus, Istanbul.

Kunjungan kerja Presiden ke Arab Saudi untuk melakukan umrah merupakan bagian dari lawatan 11 harinya ke tiga negara, Kanada, Turki dan Arab Saudi, 24 Juni - 4 Juli. Presiden dan rombongan dijadwalkan tiba di Indonesia pada 4 Juli mendatang. (*)

 

sumber: informasi haji

Takut Mekah dan Madinah Dibanjiri Jenazah

Selasa, 07 September 2010 16:05

Jakarta (MCH). Mufti Kerajaan Arab Saudi, Sheikh Abdul Aziz Al-Sheikh mempertanyakan semangat dan kegigihan beberapa orang untuk menguburkan kerabat mereka di Mekah dan Madinah. Menurut Syaikh, hal tersebut tidak memiliki dasar sah dalam Al-Quran dan sunnah. Tidak ada tuntunan yang menganjurkan untuk memindahkan mayat dari tempat lain untuk dikuburkan di tempat suci seperti Mekah dan Madinah.
Hal tersebut dikemukakan Syeikh menjawab pertanyaan harian Ukaz. "Manusia tidak ditentukan di mana dia dikuburkan, tapi, tergantung amalnya. Tidak ada beda dikubur di Mekah atau di tempat lainnya," katanya. Syeikh menunjukkan beberapa bukti sejarah. Para sahabat ketika meninggal atau terbunuh dalam pertempuran di luar Semenanjung Arab jasad mereka tidak dipindahkan dan dimakamkan di Madinah atau lainnya, tetapi dikuburkan di tanah tempat ia meninggal. Abu Ayyub al-Ansari yang meninggal di Konstantinopel dikuburkan di sana.
Menurut Sheikh tempat suci tak bisa ikut mensucikan orang yang dikuburkan di sana sehingga amal buruknya dihapus. Hanya amal yang bisa mengangkat seseorang. Menurut Syeikh, termasuk menghormati mayat dengan menguburkan di tempat ia meninggal. Jadi, menurutnya, pandangan yang salah yang mengharuskan menguburkan jenazah di Mekah atau Madinah harus diakhiri. Demikian seperti diungkap harian Ukaz edisi Kamis, 27 Mei hari ini.
Kementerian Dalam Negeri menekankan agar semua gubernur di Arab saudi melarang warganya yang meninggal untuk dikuburkan di Mekah dan Madinah. Hal ini berlaku baik orang Saudi asli atau pendatang. Seperti diketahui Sayid Thanthawi, Syaikh Al-Azhar Mesir yang wafat di Riyadh beberapa bulan lalu dimakamkan di Madinah.
Komite Tetap untuk Riset Ilmiah dan Fatwa telah menetapkan bahwa seseorang yang meninggal wajib dikuburkan di tempat ia meninggal dan dilarang dikuburkan di tempat lainnya. Hal ini menurut Syeikh, untuk mempercepat penguburan, menjaga kerusakan jenazah setelah tersimpan beberapa hari, dan untuk menghindari pemborosan pengeluaran yang tidak perlu. (Musthafa Helmy)

 

Sumber : Depag

 

 

Hanya 19 Persen Dana Haji Dikelola Bank Syariah

Selasa, 07 September 2010 16:05

Jakarta (MCH). Minat calon jamaah haji (CJH) menggunakan fasilitas perbankan syariah untuk menyetorkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) masih minim. Data Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan bahwa dari Rp 25 triliun dana jamaah haji yang disetorkan, baru 19 persen yang dikelola bank Syariah.

"Sisanya sebesar 81 persen masih dikelola oleh bank konvensional," ujar Direktur pengelolaan BPIH dan SIH, Kemenag Ahmad Djuanedi di Jakarta kemarin (29/5). Menurut dia CJH masih sulit mendapatkan kepastian dan rasa nyaman dananya apakah membawa barakah atau tidak. Karena itu Kemenag memberikan kesempatan bagi bank syariah untuk semakin giat mengelola dana haji.

"Dari dana haji yang ada di bank, komposisinya masih 19 persen bank syariah, 81 persen lagi masih di bank konvensional, sekarang tinggal bagaimana caranya meyakinkan agar mendorong ke arah syariah," kata dia. Sampai saat ini ada lima perbankan syariah yang aktif dalam mengelola tabungan haji masyarakat. Antara lain, Bank Bukopin Syariah, Bank Muamalat, Bank BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah. "Padahal seperti diketahui, potensi haji hingga saat ini daftar tunggunya sudah mencapai 1,2 juta orang," kata dia.

Setiap tahunnya, kuota haji untuk Indonesia hanya sekira 200 ribu jamaah, maka potensi perbankan syariah untuk mengelolanya sangat terbuka lebar. Belum lagi peluang untuk mengelola dana umrah yang selama ini belum tersentuh oleh perbankan. "Potensi umrah akan naik luar biasa, tidak terbatas oleh kuota, itu belum ada yang melirik padahal potensinya 10 kali lipat dari kuota haji," tegasnya.

Secara terpisah, Setdirjen Haji dan Umrah, Kemenag, Abdul Ghafur Djawahir mengatakan bahwa pemerintah telah menerima sejumlah rekomendasi dan proposal maskapai penerbangan haji. Terkait kemungkinan menjadi mitra pemerintah mengangkut jamaah haji ke Tanah Suci telah ada lima maskapai yang bersaing. Antara lain, Lion Air, Batavia Air, Garuda Indonesia, Saudi Arabian Airlines, dan Emirates Airlines.

Ghafur kemudian merinci data teknis, masukan, dan kemampuan maskapai untuk menjadi operator transportasi haji. Meski telah memiliki izin mendarat di Arab Saudi dan mengangkut jamaah umrah, Lion Air menyatakan belum siap mengangkut jamaah haji. Alasannya, masa persiapan tidak cukup."Hal yang sama juga dialami Batavia Air. Meskipun sanggup menawarkan harga lebih rendah dibanding Garuda. Menurut Ghafur, kalau melihat fakta yang ada, persiapan maskapai penerbangan tersebut tak akan mencukupi guna mengangkut jamaah haji tahun ini. "Mereka juga baru mengawali penerbangan ke Arab Saudi pada 23 Mei," kata dia.

Ia mengungkapkan, Batavia yang menyampaikan kesiapan memberikan harga lebih rendah dari maskapai lain sekadar untuk publikasi. Artinya, mereka ingin masyarakat tahu bahwa Batavia Air siap mengangkut jamaah haji Indonesia ke Tanah Suci. Demikian pula dengan Emirates. Maskapai ini menyatakan tak bisa langsung terbang dari Indonesia ke Arab Saudi. Abdul Ghafur menyatakan, pesawat mereka harus transit terlebih dahulu di Abu Dhabi. "Padahal, pemerintah maunya Haji harus langsung terbang menuju ke Arab Saudi," ungkapnya.

Karena itu, pemerintah baru tertarik pada dua maskapai yang telah menyampaikan proposal dan kesiapan kepada pemerintah. Yakni, Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines. "karena waktu sudah mepet kemungkinan kami masih akan pakai maskapai lama." (*)

 

 

Sumber : Depag

 

 

PEMBAYARAN

Pembayaran ke Rekening PT. DIAN NUSA INSANI
BANK SYARIAH MANDIRI (BSM) KC WARUNG BUNCIT
003.0153.681/US Dollar -- 003.0153.678/Rupiah

You must have Flash Player installed in order to see this player.

Mutiara Hadits

 

Dari Abu Hurairah ra:
Sesungguhnya Rasulullah saw telah bersabda: "Berumrah dari satu umrah ke umrah selanjutnya merupakan pengampunan dosa antara keduanya. Sedangkan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang layak kecuali surga".
 



http://www.my-indonesia.info

Insani Ym


Info Insani

Marketing Insani


Kami memiliki 15 Tamu online

Kajian Hadits

METODE BELAJAR INTERAKTIF
HADIS & ILMU HADIS

Untuk pemesanan silahkan hubungi kami.

Tempat-tempat bersejarah kebudayaan Islam

  • Previous
  • Next
  • Stop
  • Play

Jeddah

title

Jeddah - Saudi Arabia
Kota Legenda

Cairo

title

Cairo - Egypt
Negeri Peradaban Dunia

Palestina

title

Jerussalem - Palestina
Negeri tiga Agama

Mekkah

title

Mekkah - Saudi Arabia
Kota kiblat Muslimin

Madinah

title

Madinah - Saudi Arabia
Kota Rosulullah